Pengembangan Pelabuhan Korido Perkuat Konektivitas 3TP dan Kedaulatan Maritim di Papua
Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Papua berkolaborasi dalam pengembangan Pelabuhan Korido, strategis untuk konektivitas 3TP dan logistik maritim di utara Papua.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Provinsi Papua menyusun rancangan teknis pengembangan Pelabuhan Korido. Inisiatif ini bertujuan memperkuat konektivitas daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) di wilayah utara Papua. Langkah strategis ini juga mendukung kedaulatan maritim Indonesia.
Kolaborasi ini ditandai dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Korido yang dilakukan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Korido. Proses DED ini melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Papua. Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, menyebut momen ini sebagai kolaborasi bersejarah di lingkup provinsi.
Pengembangan Pelabuhan Korido diharapkan mampu memperkuat jalur distribusi logistik dan pergerakan angkutan laut. Terutama di Supiori, yang merupakan bagian dari wilayah 3TP. Proyek ini krusial untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Papua.
Sinergi Strategis untuk Konektivitas Maritim
Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, menegaskan bahwa sinergi pengembangan Pelabuhan Korido dapat memperkuat jalur distribusi logistik. Hal ini juga akan meningkatkan pergerakan angkutan laut di Papua, khususnya di wilayah Supiori yang masuk kategori 3TP. Ia mengajak semua pihak mendukung pembangunan ini agar Pelabuhan Korido menjadi maju dan membanggakan.
Dari pelabuhan yang produktif, akan terbangun konektivitas hebat yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ini diharapkan berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang melalui kemaritiman yang handal. Penyusunan DED ini melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah setempat.
Kepala KUPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, menjelaskan peran strategis Pelabuhan Korido di Kawasan Pasifik. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi bagi seluruh wilayah kepulauan di utara Papua. Pengembangan ini akan mengatasi tantangan geografis yang sering menjadi kendala aksesibilitas.
Rencana Pengembangan dan Manfaat Jangka Panjang
Pengembangan jangka pendek Pelabuhan Korido meliputi studi dan analisis perpanjangan dermaga, area walkway, terminal penumpang, kantin, pagar, dan area komersil. Rencana ini dijadwalkan untuk tahun anggaran 2027.
Langkah strategis itu ditandai penelitian teknis dan peninjauan lapangan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri. Tim teknis dari Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan Baperida turut serta dalam peninjauan di dermaga, area komersil, serta Kantor UPP Korido. Peninjauan ini berlangsung di Distrik Supiori Selatan, Supiori, Papua, pada Jumat (22/5).
Dengan adanya perpanjangan dermaga, kapasitas operasional pelabuhan akan meningkat. Ini memungkinkan Pelabuhan Korido melayani kapal-kapal berukuran besar. Pembangunan fasilitas seperti kantin, terminal penumpang, serta area walkway dan komersil juga akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Willem Thobias Fofid berharap sinergi dalam penyusunan dan finalisasi dokumen DED dapat memperkuat persyaratan pengembangan pelabuhan ke depan. Kolaborasi ini juga menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan. Diharapkan solusi teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan menjangkau wilayah sulit akan terwujud.
Penguatan Kedaulatan Maritim dan Ekonomi Lokal
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Matius Wally, yang juga Ketua Tim Teknis Penyusunan DED, menambahkan sinergi dan kolaborasi ini merupakan langkah konkret. Ini untuk mewujudkan sinergitas layanan kepelabuhanan dan angkutan di perairan. Pemanfaatan teknologi operasional diharapkan menghadirkan konektivitas layanan pelabuhan yang handal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial.
Wally berharap penguatan kedaulatan maritim melalui pengiriman komoditi unggulan daerah via Pelabuhan Korido dapat memajukan perekonomian. Operasional pelabuhan, pergerakan kapal, dan aktivitas pelabuhan merupakan aset strategis negara. Oleh karena itu, semua harus dikelola secara aman, terintegrasi, dan berdaulat.
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua dan KUPP Korido diharapkan terus berlanjut. Tujuannya adalah memperkuat komitmen menghadirkan solusi teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini juga untuk menjangkau wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses, memastikan manfaat maksimal bagi bangsa dan negara.
Sumber: AntaraNews