Pemprov Lampung Gencarkan Hilirisasi Mocaf di Pringsewu untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Lampung serius mengembangkan industri mocaf di Pringsewu sebagai langkah hilirisasi ubi kayu lokal, bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Lampung gencar mendorong pengembangan industri modified cassava flour (mocaf) di Kabupaten Pringsewu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi komoditas ubi kayu lokal yang melimpah di wilayah tersebut. Pengembangan mocaf diharapkan mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi petani dan perekonomian daerah.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa pengembangan mocaf memiliki potensi besar di Provinsi Lampung. Inisiatif ini penting untuk memperkuat swasembada pangan serta meningkatkan perekonomian lokal. Fokus pengembangan sentra produksi mocaf diarahkan ke Kabupaten Pringsewu, mengingat daerah ini merupakan salah satu penghasil ubi kayu utama.
Industrialisasi mocaf diharapkan dapat berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi inklusif di daerah. Pengolahan singkong menjadi mocaf tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, upaya ini memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Potensi dan Pengembangan Industri Mocaf di Lampung
Provinsi Lampung, dengan kekayaan komoditas ubi kayu, melihat mocaf sebagai peluang strategis. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya diversifikasi pangan melalui produk turunan singkong ini. Pringsewu, sebagai sentra penghasil ubi kayu, dinilai sangat berpotensi menjadi model pengembangan hilirisasi singkong di Lampung.
Pengembangan mocaf di Pringsewu menjadi langkah krusial dalam diversifikasi pangan. Upaya ini juga memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal. Peningkatan nilai tambah dari singkong mentah menjadi tepung mocaf membuka peluang pasar yang lebih luas.
Transformasi singkong menjadi mocaf menciptakan rantai nilai ekonomi baru. Hal ini melibatkan berbagai pihak mulai dari petani hingga pelaku industri pengolahan. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Peran Pringsewu dalam Hilirisasi Singkong Lokal
Kabupaten Pringsewu telah menunjukkan komitmen kuat dalam hilirisasi singkong. Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, mengungkapkan bahwa daerahnya telah memiliki industri kecil dan menengah (IKM) yang aktif memproduksi mocaf. IKM ini menjadi bukti nyata potensi lokal dalam mengolah ubi kayu.
Produk mocaf yang dihasilkan merupakan hasil hilirisasi singkong yang berkualitas. Tepung mocaf dapat menjadi alternatif tepung sehat pengganti terigu untuk berbagai olahan pangan. Hal ini memberikan pilihan lebih sehat bagi konsumen sekaligus mendukung produk lokal.
Hilirisasi singkong secara keseluruhan bertujuan meningkatkan nilai tambah ubi kayu secara signifikan. Selain itu, upaya ini mendorong keterlibatan masyarakat di setiap tahapan produksi. Dari penanaman, panen, hingga pengolahan menjadi mocaf, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Sumber: AntaraNews