Pemkab Bojonegoro Gencarkan Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga Sembako di 29 Titik
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah konkret menjaga stabilitas harga sembako dengan menggelar pasar murah perdana. Simak target 29 titik operasi pasar murah di tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas harga sembako di wilayahnya. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pasar murah perdana yang berlokasi di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Kegiatan ini secara langsung bertujuan membantu masyarakat lokal memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengumumkan bahwa pada tahun 2026 ini, Pemkab menargetkan 29 titik operasi pasar murah. Titik-titik tersebut akan tersebar secara strategis di berbagai kecamatan guna menjangkau lebih banyak desa. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara luas dan merata bagi seluruh warga Bojonegoro yang membutuhkan.
Operasi pasar murah ini merupakan respons cepat dan konkret dari Pemkab Bojonegoro terhadap dinamika harga kebutuhan pokok, khususnya yang sering terjadi pada awal tahun. Komoditas esensial seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur menjadi fokus utama dalam kegiatan yang digelar pada Jumat, 30 Januari 2026 ini, memastikan ketersediaan pasokan.
Upaya Konkret Menjaga Daya Beli dan Stabilitas Harga Sembako
Pasar murah yang digagas Pemkab Bojonegoro menjadi implementasi langkah konkret dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat. Kegiatan ini secara efektif memastikan ketersediaan bahan pokok dengan penawaran harga yang lebih terjangkau bagi warga. Bupati Setyo Wahono dengan tegas menyatakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.
Menurut Setyo, pasar murah adalah bagian integral dari komitmen kuat pemerintah daerah untuk menjaga daya beli warga Bojonegoro agar tetap stabil. Inisiatif ini sangat krusial, terutama pada saat harga-harga komoditas sering mengalami fluktuasi yang signifikan. Pemkab Bojonegoro berupaya keras agar masyarakat tidak terbebani oleh potensi kenaikan harga yang tidak terkendali.
Lebih lanjut, kegiatan pasar murah ini juga berperan vital dalam upaya pengendalian inflasi daerah secara komprehensif. Selain itu, inisiatif ini secara signifikan memperkuat perlindungan sosial yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. Hal tersebut secara jelas menunjukkan tingkat kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan dan kondisi ekonomi warganya.
Jangkauan Luas untuk Pemerataan Manfaat Pasar Murah
Pemkab Bojonegoro tidak hanya berhenti pada pelaksanaan satu titik pasar murah saja, melainkan memiliki visi yang lebih luas. Rencana ambisius untuk sepanjang tahun 2026 adalah menggelar operasi pasar di 29 lokasi berbeda di seluruh kabupaten. Penyebaran titik ini dirancang secara cermat untuk memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan di setiap pelosok wilayah.
Setiap kecamatan di Bojonegoro akan mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan pasar murah, memastikan akses yang adil. Tujuannya adalah agar akses terhadap sembako dengan harga yang lebih murah dapat dinikmati oleh semakin banyak keluarga. Ini merupakan strategi yang efektif untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan mengurangi disparitas di tingkat lokal.
Melalui upaya berkelanjutan ini, harapannya adalah stabilitas harga kebutuhan pokok akan senantiasa terjaga di Bojonegoro. Masyarakat juga akan semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka tanpa kesulitan berarti. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dan warga dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi bersama-sama.
Sumber: AntaraNews