Pemerintah ubah peran feedloter demi stabilkan harga daging
Perubahan pola kegiatan feedloter dilakukan agar ada keadilan dengan peternak sapi lainnya.
Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan akan meminta pengusaha penggemukan sapi (feedloter) untuk tidak lagi melakukan pemotongan sapi maupun penggemukan, tetapi juga ikut melakukan pembibitan. Perubahan peran ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga daging di pasaran.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, perubahan pola kegiatan feedloter dilakukan agar ada keadilan dengan peternak sapi lainnya. Keadilan yang dimaksud adalah harga jual sapi di pasaran.
"Kita minta feedloter beternak sapi, bukan memotong sapi saja. Ini agar adil dengan peternak sapi kecil lainnya," kata Enggar di Jakarta, Senin (8/8).
"Ironis di republik ini jarang peternak sapi pelihara sapi tahunan. Kalau dia butuh dia pinjam duit. Kemudian dia potong sapinya kalau anak mau sekolah," sambungnya.
Selain itu, politisi Partai Nasional Demokrat ini juga akan meminta feedloter untuk bekerja sama dengan peternak kecil. Kerja sama ini dimungkinkan untuk penggemukan sapi-sapi milik peternak kecil agar produksi daging bisa meningkat.
"Pengusaha besar kerjanya penggemukan. Nah, kita akan balikin. Jadi mereka pengusaha besar akan kita minta untuk memulai dari pembibitan, pemeliharaan, kemudian sesudah itu kerja sama dengan peternak. Jadi kita ada stabilitas harga karena produksi terjaga," pungkasnya.
Baca juga:
Kementan rumuskan tata cara dan syarat impor jeroan
Polisi gagalkan peredaran 800 kg daging India ilegal di Tarakan
Bos Bea Cukai: Kita dukung impor jeroan kalau memang sudah dibuka
Tak ada importir tertarik datangkan jeroan ke Indonesia
Kementan: Indonesia minus pasokan daging potong 233 ribu ton
Hentikan kartel, keuntungan importir daging sapi dibatasi 10 persen
Operasi pasar tak ampuh tekan harga daging jadi Rp 80.000 per Kg