LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Pemerintah Perkuat Sektor Persusuan Nasional, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor persusuan nasional, meningkatkan produksi susu, dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis untuk generasi emas.

Sabtu, 06 Jun 2026 19:02:00
sektor persusuan nasional
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor persusuan nasional, meningkatkan produksi susu, dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis untuk generasi emas. (AntaraNews)
Advertisement

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor persusuan nasional. Ini dilakukan melalui peningkatan produksi susu dalam negeri dan populasi sapi perah. Langkah ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono dalam peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 di Jakarta, Sabtu. Penguatan sektor ini menjadi bagian penting dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini juga mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat dan kuat.

Tujuan akhirnya adalah menciptakan generasi berdaya saing tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045. Wamentan Sudaryono menekankan bahwa susu adalah sumber protein hewani terbaik. Susu berperan krusial dalam pertumbuhan fisik serta perkembangan kecerdasan anak-anak Indonesia.

Peran Strategis Susu dalam Gizi Nasional

Sektor persusuan bukan hanya berbicara soal produksi dan ekonomi semata, tetapi juga investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, telah menjadi prioritas strategis sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Advertisement

Momentum peringatan Hari Susu Nusantara membangkitkan sektor persusuan nasional. Kebangkitan ini selaras dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi bangsa secara menyeluruh.

Sudaryono, yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), fokus pada peningkatan produksi dan konsumsi susu masyarakat. Ia berbagi pengalaman pribadi tentang manfaat konsumsi susu sejak usia muda. Pengalaman tersebut menguatkan keyakinannya akan pentingnya memperkuat budaya minum susu di masyarakat.

Advertisement

Manfaat konsumsi susu memang tidak bisa dirasakan secara instan, namun memberikan dampak besar jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Dampak tersebut meliputi peningkatan kecerdasan dan kekuatan fisik secara bertahap. Protein dalam susu sangat fundamental untuk perkembangan ini.

Strategi Peningkatan Produksi dan Konsumsi Susu

Peningkatan produksi susu dilakukan dengan memperbanyak populasi sapi perah guna memenuhi kebutuhan susu dalam negeri. Saat ini, sebagian kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor. Pemerintah berupaya keras untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor tersebut.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan konsumsi susu per kapita, terutama bagi anak-anak. Langkah ini sejalan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi masyarakat secara merata dan berkelanjutan.

Gagasan memperkuat konsumsi susu sebenarnya telah lama menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Jauh sebelum menjabat sebagai Presiden, Prabowo telah menginisiasi Gerakan Revolusi Putih. Gerakan ini bertujuan mendorong pemenuhan gizi masyarakat melalui konsumsi susu.

Tantangan dan Peluang Investasi di Sektor Persusuan

Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah masih terbatasnya jumlah sapi indukan, khususnya sapi perah. Meskipun teknologi reproduksi dan ketersediaan bibit sudah cukup memadai, jumlah ternak hidup masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Keterbatasan ini menjadi hambatan utama dalam upaya peningkatan produksi susu nasional.

Pemerintah terus mendorong investasi swasta dan BUMN untuk mendatangkan sapi perah dari berbagai negara. Sejumlah komitmen investasi bahkan sudah mulai berjalan dengan skala ribuan hingga puluhan ribu ekor sapi. Wamentan Sudaryono bahkan menyatakan keinginan HKTI untuk memberikan contoh dengan mendatangkan sapi perah sendiri.

Pengembangan sapi perah harus dilakukan di wilayah yang memiliki iklim sesuai, terutama daerah dataran tinggi dengan suhu relatif sejuk. Contoh lokasi yang cocok adalah Lembang, Boyolali, Baturaden, Pasuruan, dan Blitar. Pemerintah juga tengah menjajaki pengembangan sapi perah tropis dari Brasil yang dinilai lebih adaptif terhadap iklim Indonesia.

Untuk mempercepat peningkatan produksi susu nasional, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi investor dalam dan luar negeri. Berbagai kemudahan perizinan dan insentif terus diberikan guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif. Langkah ini bertujuan membangun ekosistem persusuan nasional yang tangguh, modern, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • BPJPH Singkawang Jemput Bola, Percepat Sertifikasi Halal UMKM Jelang Batas Waktu
  • Pilah Sampah dari Rumah: Plt Wali Kota Madiun Ajak Warga Wujudkan Lingkungan Asri
  • Menteri Keuangan Dorong Pengetatan Aturan Pelabuhan untuk Atasi Kongesti
  • Bunda Guru Barito Utara Luncurkan Buku Puisi "Monolog Plastik Kotaku", Tingkatkan Literasi dan Peduli Lingkungan
  • Satgas PRR Minta Kementerian dan Lembaga Percepat Pengajuan Anggaran Pemulihan Pascabencana
  • gizi anak
  • hari susu nusantara
  • indonesia emas 2045
  • investasi pertanian
  • kementerian pertanian
  • konten ai
  • merdekaantara
  • produksi susu
  • program makan bergizi gratis
  • sapi perah
  • sektor persusuan nasional
  • wamentan sudaryono
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.