PAD Pariwisata Pariaman 2025 Melonjak Signifikan Meski Kunjungan Wisatawan Menurun
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kota Pariaman pada tahun 2025 mencapai Rp861 juta, menunjukkan peningkatan signifikan meskipun jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan. Simak strategi Pemkot Pariaman di balik capaian in
Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada tahun 2025 mencapai Rp861 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar Rp54 juta dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp807 juta. Peningkatan PAD Pariwisata Pariaman 2025 ini terjadi meskipun jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tersebut mengalami penurunan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari perbaikan sistem pemungutan retribusi dan peningkatan pengawasan yang diterapkan sejak awal Oktober. Langkah-langkah strategis ini berhasil mengoptimalkan pendapatan dari objek-objek wisata berbayar di Pariaman. Meskipun demikian, realisasi PAD tersebut belum mencapai target yang ditetapkan, yaitu sebesar Rp1,09 miliar, atau hanya sekitar 78 persen dari target.
PAD Pariwisata Pariaman 2025 ini didapatkan dari retribusi yang diterapkan di empat objek wisata utama. Objek-objek tersebut meliputi Pantai Gandoriah, Pantai Kata, Talao Pauah, dan Pulau Angso Duo. Kontribusi dari keempat destinasi ini menjadi tulang punggung peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Strategi Peningkatan PAD di Tengah Tantangan
Peningkatan PAD Pariwisata Pariaman 2025 menjadi bukti efektivitas perbaikan sistem yang dilakukan oleh Pemkot Pariaman. Pemerintah daerah fokus pada optimalisasi retribusi di objek wisata sebagai salah satu sumber pendapatan penting. Sistem pemungutan retribusi diperbaiki secara menyeluruh sejak awal Oktober 2025, yang berkontribusi langsung pada peningkatan pendapatan.
Selain itu, pengawasan juga ditingkatkan secara signifikan, melibatkan berbagai unsur. Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turut serta dalam upaya pengawasan ini. Kolaborasi antarlembaga ini memastikan bahwa retribusi dapat dipungut secara lebih efektif dan efisien, meminimalkan kebocoran pendapatan.
Empat objek wisata utama, yaitu Pantai Gandoriah, Pantai Kata, Talao Pauah, dan Pulau Angso Duo, menjadi penyumbang terbesar PAD dari sektor pariwisata. Fokus pada pengelolaan dan pengembangan destinasi-destinasi ini diharapkan dapat terus meningkatkan potensi pendapatan di masa mendatang. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan sistem yang tepat, pendapatan dapat meningkat meskipun ada fluktuasi kunjungan.
Dinamika Kunjungan Wisatawan dan Faktor Pengaruh
Meskipun terjadi peningkatan PAD Pariwisata Pariaman 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke seluruh objek wisata di Pariaman sepanjang tahun 2025 mencapai 1,4 juta orang. Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 1,6 juta orang. Penurunan ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pariwisata daerah.
Ferialdi menjelaskan bahwa penurunan kunjungan wisatawan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Pada awal tahun 2025, kondisi ekonomi masyarakat yang lesu menjadi salah satu penyebab utama. Namun, seiring waktu, perekonomian mulai membaik, sehingga kunjungan wisatawan pun berangsur meningkat.
Pada pertengahan November 2025, Sumatera Barat ditimpa bencana hidrometeorologi yang berdampak besar pada sektor pariwisata. Bencana ini menyebabkan kunjungan wisatawan ke Pariaman menjadi sepi, terutama pada bulan Desember. Biasanya, kunjungan wisatawan pada Sabtu dan Minggu berkisar 800 hingga 2.000 orang dengan PAD antara Rp5 juta sampai Rp10 juta. Namun, pasca-bencana, PAD dari retribusi hanya berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu pada Desember 2025.
Meskipun demikian, momen-momen tertentu seperti pelaksanaan Festival Budaya Hoyak Tabuik dan Pariaman Barayo tetap menjadi daya tarik utama. Pantai Gandoriah juga masih menjadi destinasi favorit dengan jumlah kunjungan terbanyak. Ini menunjukkan bahwa event dan destinasi ikonik tetap memiliki daya pikat kuat.
Potensi Pariwisata Pariaman dan Target Masa Depan
Wisatawan yang mengunjungi Pariaman tidak hanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tetapi juga dari luar provinsi. Bahkan, wisatawan mancanegara juga menunjukkan minat untuk berlibur ke Pariaman, khususnya ke Pulau Bando. Potensi ini menjadi modal berharga bagi pengembangan pariwisata daerah.
Dengan potensi yang ada, Pemkot Pariaman terus berupaya untuk mencapai target PAD yang belum terealisasi sepenuhnya. Perbaikan infrastruktur pariwisata dan promosi yang lebih gencar menjadi kunci dalam menarik lebih banyak wisatawan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan dan pada akhirnya mencapai target PAD yang telah ditetapkan.
Peningkatan pengawasan dan sistem retribusi yang telah berhasil meningkatkan PAD Pariwisata Pariaman 2025 diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan. Langkah-langkah proaktif ini penting untuk keberlanjutan sektor pariwisata Pariaman. Dengan pengelolaan yang baik, pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang stabil dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews