Optimalisasi Pajak MBLB Bengkayang: Pemkab Genjot Penerimaan dari Proyek PLTMH dan TKA
Pemkab Bengkayang genjot optimalisasi Pajak MBLB Bengkayang dan TKA dari proyek PLTMH untuk dongkrak PAD. Upaya ini dilakukan melalui pendataan dan verifikasi menyeluruh guna tingkatkan pendapatan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi penerimaan pajak. Fokus utama saat ini adalah potensi dari sektor Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta pajak Tenaga Kerja Asing (TKA). Langkah ini diambil seiring dengan berlangsungnya proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kecamatan Tujuh Belas.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkayang, bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, telah melakukan peninjauan lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara langsung sumber-sumber potensi pajak yang ada. Identifikasi ini menjadi krusial untuk memastikan semua potensi penerimaan daerah dapat terdata dengan akurat.
Kepala Bapenda Bengkayang, Yohanes Atet, menegaskan bahwa aktivitas pengolahan material dan keberadaan tenaga kerja asing dalam proyek PLTMH menjadi perhatian serius. Upaya pendataan dan verifikasi dilakukan secara menyeluruh guna memaksimalkan kontribusi pajak. Hal ini diharapkan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Fokus pada Potensi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB)
Aktivitas pengolahan material yang menunjang pembangunan PLTMH menjadi sorotan utama Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Potensi penerimaan dari sektor Pajak MBLB dinilai cukup besar dan perlu digarap secara optimal. Tim gabungan telah menemukan dua unit penggilingan batu yang beroperasi untuk memasok material proyek.
Penggilingan batu tersebut berlokasi di Desa Pisak dan Desa Bengkilu, yang secara langsung terlibat dalam suplai material untuk proyek PLTMH. Penemuan ini memperkuat indikasi adanya potensi pajak MBLB yang signifikan. Bapenda Bengkayang kini tengah melakukan pendataan dan verifikasi mendalam.
Proses pendataan dan verifikasi ini melibatkan pihak perusahaan serta pemerintah desa setempat. Tujuannya adalah untuk memperoleh data yang akurat mengenai volume produksi material. Data valid ini sangat penting sebagai dasar perhitungan potensi penerimaan pajak daerah.
Yohanes Atet menyatakan bahwa dari pengamatan awal di lapangan, potensi pajak MBLB dari aktivitas ini cukup besar. Pihaknya masih terus mengumpulkan data valid dari manajemen perusahaan dan pemerintah desa. Optimalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor MBLB terhadap PAD Bengkayang, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur penting.
Pendataan Pajak Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam Proyek Strategis
Selain Pajak MBLB, Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga memfokuskan perhatian pada pendataan tenaga kerja asing (TKA) yang terlibat dalam proyek PLTMH. Keberadaan TKA merupakan sumber potensi pajak lain yang perlu dioptimalkan. Langkah ini diambil untuk memastikan kepatuhan administrasi dan perpajakan.
Pendataan TKA bertujuan agar seluruh kewajiban yang berkaitan dengan tenaga kerja asing dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini mencakup aspek perizinan hingga kontribusi pajak yang seharusnya dibayarkan. Pemkab Bengkayang ingin memastikan tidak ada potensi penerimaan yang terlewat demi keadilan fiskal.
Kepala Bapenda Bengkayang mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu data valid dari bidang ketenagakerjaan. Data tersebut akan menjadi dasar untuk pendataan lebih lanjut terhadap para TKA. Koordinasi erat dengan dinas teknis terkait terus dilakukan guna kelancaran proses ini.
Koordinasi yang baik dengan pihak perusahaan juga menjadi kunci untuk memastikan seluruh potensi penerimaan daerah terdata akurat. Meskipun demikian, Bapenda berkomitmen untuk tidak menghambat pelaksanaan proyek strategis ini. Tujuannya adalah tercapainya peningkatan PAD tanpa mengganggu progres pembangunan, demi kesejahteraan masyarakat Bengkayang.
Secara keseluruhan, upaya optimalisasi pajak MBLB dan TKA ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Bengkayang. Tujuannya adalah memperkuat kemandirian fiskal daerah dan memastikan proyek-proyek strategis memberikan manfaat maksimal. Dengan data yang akurat dan koordinasi yang efektif, diharapkan PAD Bengkayang dapat meningkat signifikan.
Sumber: AntaraNews