OJK dorong peran BPR genjot perekonomian daerah pelosok
OJK tengah mengkaji kemungkinan keterlibatan BPR dalam program Laku Pandai.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang meningkatan peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam mendorong perekonomian masyarakat Indonesia. Lokasi utamanya terutama di pelosok daerah.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mengatakan, ada beberapa program pemerintah dan OJK yang bisa melibatkan BPR, antara lain adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"BPR diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam KUR, paling tidak apakah dia bisa jadi channeling. Ini kita juga sedang mendorong agar dibuka kemungkinan BPR juga bisa menyalurkan KUR," papar Muliaman di Kantor OJK, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/3).
Selain melibatkan BPR dalam penyaluran KUR, OJK juga sedang mengkaji keterlibatan BPR dalam program Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif, yaitu Program penyediaan layanan perbankan dan/atau layanan keuangan lainnya melalui kerjasama dengan pihak lain (agen bank) dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.
"Sebetulnya banyak, kemudian program Laku Pandai kita juga minta BPR berpartisipasi di dalamnya sehingga kemudian membuka akses keuangan terutama masyarakat yang di pelosok," ucap Muliaman.
OJK, lanjut Muliaman, sudah meminta Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) untuk mempersiapkan diri terlibat dalam program Laku Pandai. "Saya sudah minta ke asosiasi agar dia menyiapkan diri untuk bisa bersama-sama menjadi agen atau ikut serta dalam program Laku Pandainya OJK."
Baca juga:
Salur kredit usaha rakyat, BNI gandeng perhimpunan BPR
Layani masyarakat, OJK luncurkan bank tanpa fisik di pelosok desa
Proses izin mendirikan BPR jadi 40 hari kerja
OJK gandeng Pemda godok UU Lembaga Keuangan Mikro
Korupsi kredit fiktif Rp 3,9 M, eks dirut BPR Sarimadu tersangka
OJK minta BPR sediakan uang tunai saat puasa dan lebaran
Petani Jatim tagih janji Soekarwo soal kredit lunak