Menteri Jonan: Pemerintah tak alergi penerbangan murah
Menteri Jonan meminta maskapai penerbangan mencontoh Garuda Indonesia yang sudah didaulat sebagai maskapai bintang lima.
Beberapa waktu lalu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menaikkan tarif batas bawah tiket penerbangan. Dengan kata lain, kini sudah tidak ada lagi tiket murah dan tiket promo.
Pertimbangan pemerintah, menjual tiket dengan harga murah berkorelasi terhadap faktor keselamatan. Namun, Jonan membantah jika kebijakannya itu untuk mematikan bisnis maskapai yang selama ini fokus pada layanan penerbangan murah atau low cost carrier (LCC).
"Pemerintah tidak alergi terhadap LCC karena memang istilah LCC tidak ada di struktur undang-undang penerbangan. Namun satu tidak boleh dikalahkan, yaitu keselamatan," ujarnya di Jakarta, Selasa (27/1).
Dia lantas membangga-banggakan Garuda Indonesia yang didaulat sebagai maskapai bintang 5. Menurutnya, maskapai lain tidak perlu malu mencontoh Garuda yang karena faktor keselamatan dan keamanan sudah sesuai standar penerbangan.
Soal peningkatan level keselamatan, Jonan meminta Indonesia National Air Carriers (INACA) ikut berperan mendorong maskapai penerbangan dalam transparansi kinerja operasional. Alasannya masyarakat perlu mengetahui kredibilitas dan kualitas maskapai yang ditumpangi.
"Saya sangat mendukung Garuda menjadi leading airlines. Namun bukan artinya karena sahamnya dimiliki negara. Menjadi contoh airlines untuk di bidang keselamatan," ungkapnya.
Baca juga:
Menteri Jonan akui benahi industri penerbangan penuh emosional
3 Bulan sekali Jonan umumkan maskapai tak penuhi standar keselamatan
Kemenhub dinilai simpan segudang masalah
Ide Jonan angkot wajib pakai AC bukan solusi kurangi kemacetan
Organda setuju ide Menteri Jonan wajibkan angkot dilengkapi AC
Ide Menteri Jonan wajibkan angkot pakai AC bikin tidak laku