Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Organda setuju ide Menteri Jonan wajibkan angkot dilengkapi AC

Organda setuju ide Menteri Jonan wajibkan angkot dilengkapi AC razia angkot. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ide Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mewajibkan angkutan umum dilengkapi dengan pendingin udara atau AC disambut baik pengusaha transportasi yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda).

"Organda mendukung dan mendorong terwujudnya peningkatan pelayanan angkutan umum baik sarana atau kendaraan maupun SDM-nya," ujar sekretaris jenderal Organda Andriansyah kepada merdeka.com, Kamis (22/1).

Namun, kata Andriansyah, peningkatan kualitas angkutan umum apapun bentuknya, tidak bisa berjalan dengan baik kalau hanya dibebankan pada operator atau pengusaha angkutan. Dia meminta pemerintah ikut mengambil peran.

"Pemerintah pusat dan daerah harus ikut serta membantu agar peningkatan pelayanan tersebut dapat dilaksanakan. Jangan sampai beban investasi menambah" ucapnya.

Untuk itu, pengusaha dan operator angkutan meminta pemerintah memberikan insentif suku bunga untuk peremajaan kendaraan. Apalagi, saat ini harga dan suku bunga kendaraan relatif tinggi .

Terlepas dari itu, peremajaan kendaraan tanpa dibarengi dengan peningkatan kualitas infrastruktur pendukung, tidak menjamin membuat masyarakat beralih menggunakan angkutan umum.

"Prasarana transportasi umum seperti terminal harus dibuat lebih nyaman dan mudah dijangkau masyarakat," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengeluarkan aturan baru. Setelah beberapa aturan di sektor angkutan udara dan angkutan laut, kini Kemenhub membidik angkutan darat.

Menteri perhubungan Ignasius Jonan akan mewajibkan semua angkutan kota (angkot) dilengkapi pendingin udara (AC). Aturan itu akan diterapkan bertahap dan mulai berlaku tiga tahun mendatang. Saat ini, payung hukumnya tengah digodok.

Jonan mengaku punya alasan kuat menerbitkan aturan baru ini. Selain bagian dari peningkatan pelayanan publik, jika angkutan umum dibuat nyaman masyarakat akan memprioritaskan menggunakan angkutan dan meninggalkan kendaraan pribadi.

"Tujuannya lebih banyak mengurangi kemacetan. Supaya mobil, motor beralih ke pakai angkot," jelas Jonan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/1).

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP