Menteri Jonan akui benahi industri penerbangan penuh emosional
Merdeka.com - Selama lebih dari tiga bulan terakhir atau sejak didapuk menjadi Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan disibukkan dengan menumpuknya pekerjaan rumah membenahi sektor transportasi. Terlebih akhir-akhir ini konsentrasi Jonan mengarah pada pembenahan sektor transportasi udara.
Jonan mengeluarkan beberapa kebijakan, mulai dari menaikkan batas tarif bawah hingga mengatur perizinan penerbangan satu pintu. Dia menyadari, langkahnya membenahi sektor penerbangan menghadapi banyak tantangan dan diprotes pelaku bisnis penerbangan. Tak jarang emosi Jonan terpancing.
"Memang mengolah industri transportasi banyak emosional, mau tarifnya dinaikan atau diturunkan atau tidak diapa-apakan semua protes mending langsung menteri saja yang putuskan," ujarnya di Jakarta, Selasa (27/1).
Diakuinya, tidak gampang membenahi wajah transportasi di Indonesia. Bahkan, dirinya sempat belajar dari komisaris utama Garuda Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan era pemerintahan SBY, Jusman Syafii Djamal.
"Kalau pak Jusman tidak bawa ke industri transportasi, sekarang saya tidak akan jadi menteri perhubungan," jelas dia.
Jonan mengakui tantangan yang dihadapi saat masih menjadi Dirut PT KAI tidak ada apa-apanya jika dibanding saat ini, ketika duduk di kursi menteri perhubungan.
"Kalau kereta api itu tantangannya segini (kecil) sedangkan industri penerbangan jauh lebih banyak. Industri ini (penerbangan) terlalu hingar bingar, waktu saya di KAI, tantangan sedang. Lalu dipindah ke menhub, tantangannya besar," ungkapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya