Menko Pangan Dorong Hilirisasi Pangan dan Riset Kampus Perkuat Ketahanan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya hilirisasi pangan dan riset berbasis perguruan tinggi untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) baru-baru ini mengemukakan pentingnya penguatan hilirisasi dan riset pangan berbasis perguruan tinggi. Dorongan ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global yang terus menantang.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional “Penguatan Ketahanan Pangan di Indonesia dan Peran Muhammadiyah Dalam Membangun Ekosistem Ketersediaan Pangan Berkelanjutan” di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Acara ini berlangsung pada Sabtu.
Menurut Zulhas, meskipun banyak negara menghadapi kesulitan, kondisi pangan Indonesia saat ini cukup aman dengan stok beras mencapai 4,7 juta ton dan produksi komoditas lain yang memadai. Hal ini menunjukkan ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga di tengah konflik dan gangguan rantai pasok global.
Pentingnya Inovasi dan Riset untuk Ketahanan Pangan
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ketahanan pangan di masa depan tidak hanya bergantung pada ketersediaan, tetapi juga pada keberlanjutan produksi melalui inovasi dan riset. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam pengembangan varietas unggul dan teknologi pertanian.
Ia menyoroti perlunya penelitian mendalam untuk varietas baru padi, bibit unggul kelapa, coklat, jagung, dan komoditas perkebunan lainnya. Penelitian dan pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian secara signifikan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan teknologi sederhana untuk mengelola sampah organik menjadi pupuk. Inisiatif ini bertujuan mendukung produktivitas sektor pertanian dan menciptakan ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Penguatan Hilirisasi Pangan dan Dukungan Daerah
Dalam upaya penguatan hilirisasi hasil pertanian, pemerintah merencanakan pembangunan fasilitas penggilingan padi modern atau rice mill di berbagai daerah. Salah satu lokasi yang akan mendapatkan fasilitas ini adalah Banyumas, bekerja sama dengan Perum Bulog.
Banyumas dipilih sebagai sentra pertanian padi, mencakup wilayah Banyumas Raya seperti Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, sehingga pembangunan rice mill di sana sangat strategis. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung program ini dengan menyiapkan lahan strategis. Penyediaan lahan antara dua hingga lima hektare merupakan bentuk komitmen daerah terhadap program pemerintah pusat.
Dukungan ini bertujuan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan pascapanen, yang krusial untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produk pertanian. Kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi sangat vital dalam mewujudkan hilirisasi pangan.
Peran Perguruan Tinggi dan Program Nasional
Rektor UMP Prof. Jebul Suroso menyambut baik inisiatif hilirisasi pangan dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat riset serta kolaborasi dengan pemerintah. UMP melihat pembangunan rice mill modern di Banyumas sebagai tantangan positif untuk meningkatkan peran dalam inovasi pangan.
UMP juga berkomitmen penuh untuk mendukung lahirnya petani milenial, yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda pertanian menjadi fokus utama.
Selain itu, UMP turut mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan fasilitas dapur di lingkungan kampus. Saat ini, UMP telah membuka setidaknya tiga dapur MBG sebagai wujud kontribusi nyata.
Sumber: AntaraNews