Mengintip Harga Saham BBNI Hari Ini Rabu 25 Maret 2026
Mengutip laman Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/3) sepanjang sesi pagi, pergerakan saham BBNI cenderung fluktuatif namun tetap berada di bawah tekanan jual.
Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) menutup perdagangan sesi pertama, Rabu (25/3), di zona merah. Hingga pukul 11.59 WIB, saham bank pelat merah tersebut tercatat berada di level 4.050 atau turun 340 poin setara 7,74% dibandingkan penutupan sebelumnya di 4.390.
Mengutip laman Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/3) sepanjang sesi pagi, pergerakan saham BBNI cenderung fluktuatif namun tetap berada di bawah tekanan jual. Saham sempat menyentuh level tertinggi di 4.090 dan terendah di 3.980 sebelum akhirnya stabil di kisaran 4.050 menjelang penutupan sesi pertama.
Tekanan pada saham BBNI terlihat sudah terjadi sejak awal perdagangan, dengan harga pembukaan langsung berada di level 4.050. Hal ini mencerminkan sentimen negatif cukup kuat dari pelaku pasar terhadap saham perbankan tersebut.
Faktor Penyebab Kinerja BBNI
Dari sisi fundamental, BBNI masih mencatatkan kinerja yang relatif positif. Pada laporan keuangan kuartal IV 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp12,99 triliun atau tumbuh 2,76% secara tahunan (year-on-year).
Selain itu, kinerja laba per saham (EPS) juga tercatat melampaui ekspektasi dengan pertumbuhan 1,04%.
Meski demikian, tekanan harga di pasar tampaknya lebih dipengaruhi oleh faktor sentimen jangka pendek. Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp 149,54 triliun serta rasio price to earnings (P/E) di level 7,54, saham BBNI saat ini masih menjadi perhatian investor, terutama terkait potensi pergerakan lanjutan di sesi perdagangan berikutnya.