Mendikdasmen: AI Bikin Orang Culas, Bukan Cerdas
Mendikdasmen menilai AI cenderung membuat penggunanya menjadi sangat narsis.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu'ti meminta kepada masyarakat untuk bijak dan berhati-hati dalam menggunakan AI. Sebab, saat ini telah bermunculan fenomena-fenomena negatif pada penggunaan teknologi AI.
"Penggunaan teknologi AI tidak membuat manusia menjadi cerdas tapi menjadi orang menjadi culas," kata Abdul Mu'ti di Semarang, Minggu (8/6).
Yang dimaksud keculasan ketika seseorang menggunakan AI, lebih mementingkan viralisme. Bahkan AI cenderung membuat penggunanya menjadi sangat narsis sehingga membuat yang bersangkutan menderita sebuah penyakit yang disebut dengan narsistik.
"Karena dalam teknologi AI orang menjadi viral, yang penting viral, penting narsis. Dan ada penyakit yang namanya Narsisme," ungkapnya.
Adapun sejumlah temuan-temuan dalam pemanfaatan AI dari jurnal-jurnal yang ada selama ini. Yang lebih mirisnya lagi, ada fenomena mencolok dalam penggunaan AI yang selama ini populer dengan sebutan no viral no justice.
"Jadi artinya apabila postingan medsos tidak viral maka tidak akan dilakukan tindakan," ujarnya.
Dia juga menyoroti adanya Indonesia digital sociality indeks sebagai acuan pengukuran penggunaan teknologi digital.
"Bahkan ada ungkapan no viral no justice. Kalau tidak viral tidak ada tindakan. Maka fenomena berikutnya disebut digital sociality indeks. Kita mengalami masalah digital visibility ini karena yang terjadi adalah kebiadaban digital," pungkasnya.