Menaker Yassieli: Kopdes Merah Putih Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja
Pekerjaan tidak lagi hanya terbatas pada posisi di perusahaan besar, tetapi juga bisa berupa peran sebagai manajer di sebuah koperasi dan sebagainya.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyebut bahwa pembentukan 80 ribu koperasi desa merah putih (Kopdes) dapat membangkitkan ekonomi berbasis lokal dan kearifan lokal serta membantu dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
"Menurut saya itu oke dalam semangatnya bahwa kalau kita ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, jumlah koperasi di Indonesia harus sekian dan sekian," kata Yassierli dalam acara Kajian Tengah Tahun Indef 2025, Jakarta, Rabu (2/7).
Pihaknya juga telah melakukan perhitungan yang menunjukkan potensi besar dalam pengelolaan koperasi. Jika satu koperasi saja dikelola oleh 25 orang, maka dengan target 80 ribu koperasi, dapat tercipta sekitar dua juta lebih lapangan kerja. Dia menambahkan potensi ini akan semakin besar apabila koperasi diberi insentif modal dan berkembang secara berkelanjutan.
"Apalagi kemudian ketika kooperasi itu diberikan insentif modal dan dia bisa berkembang dan seterusnya. Jadi ini memang akan mengubah juga ekspektasi masyarakat terkait tentang pekerjaan," terangnya.
Menurutnya, pekerjaan tidak lagi hanya terbatas pada posisi di perusahaan besar, tetapi juga bisa berupa peran sebagai manajer di sebuah koperasi, ketua jaringan koperasi wilayah, atau bahkan seorang ahli di bidang koperasi. Dia menilai, peran-peran tersebut setara dengan posisi di korporasi.
"Termasuk makan bergizi gratis, dan seterusnya. Jadi sudah jelas ada fokus pemerintah, sehingga yang harus kita fikirkan adalah bagaimana mengoptimalkannya. Sehingga itu sejalan dengan milestone-milestone pertumbuhan ekonomi atau whatever itu, menuju suatu Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Upaya Buka Peluang Investasi Baru
Dia menegaskan upaya membuka peluang investasi baru tetap menjadi perhatian, meskipun bukan prioritas utama. Dia merujuk pada pernyataan Presiden dalam rapat kabinet yang menyebutkan bahwa dalam enam bulan terakhir telah masuk investasi bernilai miliaran dolar AS, meskipun dia tidak mengingat angka pastinya.
Menurutnya, ini adalah perkembangan yang positif, namun tetap ia tempatkan sebagai prioritas kedua karena investasi bersifat adaptif dan sensitif terhadap kondisi global.
"Ada inisiatif yang ingin kita bangun adalah membesarkan korporasi yang ada sekarang. Jadi, demand side-nya, optimalkan program pemerintah, kita buka investasi baru, peluang kita mudahkan," tutupnya.