LRT Sumsel Tambah 98 Perjalanan Dukung Car Free Night Palembang
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang dan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) tingkatkan operasional LRT Sumsel hingga 98 perjalanan untuk dukung Car Free Night Atmo di Palembang, akomodasi mobilitas warg
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) secara resmi menambah jadwal operasional LRT Sumsel. Penambahan ini dilakukan khusus pada Sabtu malam, 18 April, untuk mendukung mobilitas masyarakat menuju kegiatan Car Free Night (CFN) Atmo di Kota Palembang.
Manajer Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, dalam keterangan pers tertulisnya, menjelaskan bahwa penyesuaian operasional ini seiring dengan pelaksanaan CFN. Acara tersebut berlangsung di sepanjang Jalan Kolonel Atmo mulai pukul 17.30 WIB hingga 22.30 WIB, menarik perhatian banyak warga.
Dengan perpanjangan jam layanan, operasional LRT Sumsel kini diperpanjang hingga pukul 00.16 WIB. Jumlah perjalanan juga ditingkatkan signifikan, dari semula 94 menjadi 98 perjalanan, guna melayani antusiasme publik.
Peningkatan Layanan dan Rute Strategis LRT Sumsel
Penambahan perjalanan LRT Sumsel ini mencakup beberapa lintas utama yang strategis. Rute yang dioperasikan meliputi lintas DJKA-Bandara, Bandara-DJKA, Asrama Haji-DJKA, dan DJKA-Asrama Haji, memastikan cakupan layanan yang luas.
Langkah strategis ini diambil untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat Palembang. Banyak warga yang ingin menghadiri Car Free Night Atmo, yang menjadi salah satu acara populer di kota tersebut.
Tujuannya adalah memastikan pelanggan dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan tepat waktu menuju lokasi acara. Ini sekaligus menyediakan alternatif transportasi publik yang efisien dan terintegrasi.
Masyarakat yang berencana menikmati kegiatan CFN dapat memanfaatkan LRT Sumsel dengan mudah. Mereka bisa turun di Stasiun Cinde atau Stasiun Ampera, karena kedua stasiun ini berlokasi sangat dekat dengan pusat kegiatan Car Free Night.
Dukungan Mobilitas dan Pengurangan Kemacetan Kota
Akses dari Stasiun Cinde dan Stasiun Ampera juga sangat memudahkan warga untuk melanjutkan perjalanan. Lokasi ini strategis menuju kawasan Bundaran Air Mancur, yang tak jauh dari area CFN.
Bundaran Air Mancur merupakan salah satu lokasi favorit masyarakat Palembang untuk bersantai dan menikmati suasana malam. Kehadiran LRT Sumsel menjadikan akses ke sana lebih praktis dan bebas hambatan.
Penambahan perjalanan ini diharapkan menjadikan LRT Sumsel sebagai solusi transportasi yang efektif. Selain itu, transportasi ini juga ramah lingkungan, berkontribusi pada kualitas udara kota Palembang.
Layanan transportasi publik ini diharapkan mampu mengurangi potensi kemacetan yang sering terjadi. Kemacetan seringkali diakibatkan oleh penggunaan kendaraan pribadi, terutama saat ada acara besar yang menarik banyak pengunjung.
Komitmen KAI dan BPKARSS untuk Pariwisata Berkelanjutan
KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS menunjukkan komitmen kuat mereka. Mereka bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan LRT Sumsel secara berkelanjutan.
Komitmen ini juga sejalan dengan dukungan terhadap program pemerintah daerah. Tujuannya adalah mendorong sektor pariwisata dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Palembang.
Penyediaan transportasi publik yang andal dan berkelanjutan menjadi fokus utama. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan demikian, LRT Sumsel tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi. Namun, juga sebagai pendorong penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial, khususnya pada acara-acara publik seperti Car Free Night.
Sumber: AntaraNews