LRT Sumsel Angkut Hampir 50 Ribu Penumpang Selama Libur Isra Miraj
LRT Sumsel mencatat lonjakan signifikan dengan mengangkut 49.295 penumpang selama libur panjang Isra Miraj, menegaskan perannya sebagai pilihan transportasi utama di Palembang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) mengumumkan pencapaian impresif LRT Sumsel. Selama periode libur panjang peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, LRT Sumsel berhasil melayani sebanyak 49.295 penumpang. Angka ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap moda transportasi publik berbasis rel listrik tersebut.
Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa jumlah tersebut tercatat selama empat hari libur, yaitu dari Kamis hingga Minggu, 15–18 Januari 2026. Rata-rata harian penumpang mencapai 12.323 orang, menandakan tingginya kepercayaan publik terhadap layanan LRT Sumsel. Peningkatan ini menjadi bukti nyata bahwa LRT Sumsel telah menjadi bagian integral dari mobilitas warga Palembang.
Aida Suryanti menambahkan bahwa LRT Sumsel menjadi pilihan utama masyarakat untuk beraktivitas di Kota Palembang selama masa liburan. Hal ini terlihat dari data operasional yang menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penumpang yang dilayani. Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan posisi LRT Sumsel sebagai solusi transportasi yang efektif dan efisien di tengah kepadatan kota.
Lonjakan Penumpang LRT Sumsel di Momen Liburan
Masa libur Isra Miraj menjadi momentum penting bagi LRT Sumsel untuk menunjukkan kapasitasnya dalam melayani mobilitas masyarakat. Sebanyak 49.295 penumpang tercatat menggunakan layanan ini, dengan rata-rata harian yang mencapai belasan ribu orang. Angka ini secara jelas menggambarkan bagaimana transportasi massal berbasis rel listrik ini semakin diminati, terutama pada momen libur panjang.
Peningkatan jumlah penumpang ini tidak terlepas dari berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh LRT Sumsel. Masyarakat menilai moda transportasi ini bebas macet, nyaman, aman, dan juga ramah lingkungan. Faktor-faktor ini menjadi pertimbangan utama bagi warga Palembang saat memilih sarana transportasi untuk bepergian, baik untuk keperluan rekreasi maupun aktivitas lainnya.
Data operasional lebih lanjut menunjukkan bahwa Stasiun Asrama Haji menjadi stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak, mencapai 9.693 orang. Kemudian, Stasiun Ampera melayani 7.876 penumpang, diikuti oleh Stasiun DJKA sebanyak 6.689 penumpang. Stasiun Bumi Sriwijaya juga mencatat 5.952 penumpang, dan Stasiun Bandara melayani 3.482 penumpang, menunjukkan distribusi penggunaan yang merata di berbagai titik strategis kota.
Komitmen Peningkatan Layanan dan Dukungan Angkutan Umum
Secara kumulatif, hingga 22 Januari 2026, LRT Sumsel telah melayani total 285.673 penumpang. Capaian ini merupakan indikator positif yang menunjukkan peran krusial LRT Sumsel sebagai alternatif transportasi publik yang andal di Kota Palembang. Angka ini juga merefleksikan keberhasilan upaya pemerintah dan operator dalam menyediakan layanan transportasi yang berkualitas.
PT KAI Divre III Palembang bersama BPKRSS terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan LRT Sumsel secara berkelanjutan. Komitmen ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kenyamanan, keamanan, hingga ketepatan waktu. Tujuannya adalah memastikan LRT Sumsel tetap menjadi moda transportasi publik yang dapat diandalkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Aida Suryanti juga mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum. Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan transportasi perkotaan yang lebih tertib dan efisien. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke transportasi publik, diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara di Palembang.
Sumber: AntaraNews