Konsumsi Masyarakat Semakin Baik, Industri Pemasaran Diharap Manfaatkan Peluang
Setelah dua tahun mengalami penurunan konsumsi, industri pemasaran di Indonesia kini memasuki fase perubahan yang signifikan.
Industri pemasaran di Indonesia kini tengah mengalami transisi signifikan setelah dua tahun menghadapi tantangan akibat perlambatan konsumsi. Sutanto Hartono, yang merupakan Ketua MMA Global Indonesia dan CEO Emtek Media & Vidio, mengajak para pelaku industri untuk memanfaatkan kesempatan ini.
Dalam sambutannya pada acara MMA Impact Indonesia 2025, Sutanto menegaskan bahwa pemulihan ekonomi mulai terlihat, salah satunya berkat sentimen positif masyarakat setelah penunjukan Menteri Keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa.
"Dua tahun terakhir merupakan masa yang menantang bagi semua pihak di industri. Setelah pandemi COVID-19, Indonesia sempat memulai dengan baik dengan pertumbuhan ritel dua digit. Namun, sejak 2023, pertumbuhannya mulai menurun dan hanya mencatatkan pertumbuhan satu digit," ujar Sutanto dalam acara MMA Impact Indonesia 2025, Kamis (6/11/2025).
Meski demikian, Sutanto menegaskan bahwa situasi mulai menunjukkan perubahan positif memasuki Oktober 2025, seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen. Laporan dari Mandiri Institute menunjukkan bahwa Mandiri Spending Index mengalami kenaikan sekitar 2% secara mingguan, didorong oleh lonjakan pembelian barang-barang tahan lama seperti ponsel dan elektronik yang mencatatkan pertumbuhan lebih dari 7,5%.
Ia berpendapat bahwa salah satu faktor yang meningkatkan sentimen konsumsi adalah momentum pergantian Menteri Ekonomi, yang memperkuat optimisme masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Efek Purbaya, di mana meningkatnya rasa percaya publik mendorong aktivitas belanja, dianggap sebagai salah satu faktor yang memberikan angin segar bagi ekonomi domestik.
Promosi Akhir Tahun
Sutanto mengharapkan agar tren positif ini tidak hanya bersifat sementara. Ia percaya bahwa dengan adanya optimisme masyarakat, dukungan dari pemerintah, serta promosi yang masif menjelang akhir tahun, konsumsi akan terus meningkat hingga kuartal IV tahun 2025.
Sutanto juga menekankan pentingnya untuk meninggalkan fase efisiensi dan beralih ke strategi yang fokus pada pertumbuhan. Ia memperkenalkan tiga pendekatan yang diusung oleh MMA Impact 2025, yaitu Act, Accelerate, dan Advance, yang menurutnya perlu segera diimplementasikan untuk memberikan dampak yang signifikan bagi bisnis.
MMA Impact Indonesia 2025 merupakan ajang yang mempertemukan para pemimpin di bidang pemasaran, merek, dan media untuk mendiskusikan strategi dalam memperkuat pertumbuhan di tengah perubahan perilaku konsumen. Sutanto menegaskan bahwa fase pemulihan saat ini harus dimanfaatkan untuk beralih dari strategi efisiensi menuju inovasi yang lebih agresif.
Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan bisnis dapat bertahan dan berkembang meskipun dalam situasi yang penuh tantangan.