Kodam XXI Gelar Tanam Padi Serentak di Lampung, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Kodam XXI/Radin Inten bersama Pemprov dan Pemkab Lampung Timur menggelar tanam padi serentak, sebuah langkah konkret untuk memperkuat Ketahanan Pangan Nasional dan mendongkrak produksi beras.
Kodam XXI/Radin Inten bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur meluncurkan gerakan tanam padi serentak di Kabupaten Lampung Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat Ketahanan Pangan Nasional dan meningkatkan produksi beras di wilayah tersebut. Kegiatan kolaboratif ini menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda strategis pemerintah pusat.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan ketahanan pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Acara tanam padi ini melibatkan sekitar 250 petani dengan target awal penanaman seluas 500 hektare. Varietas padi Inpari 32 yang digunakan memiliki potensi hasil mencapai delapan ton per hektare.
Melalui upaya ini, diharapkan Lampung Timur dapat mendongkrak produksi berasnya secara signifikan. Hal ini sekaligus memperkuat peran Provinsi Lampung sebagai salah satu penyangga pangan utama di Indonesia. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Produksi Pangan Optimal
Gerakan tanam padi serentak ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kodam XXI/Radin Inten, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Mayor Jenderal Kristomei Sianturi menekankan pentingnya kerja sama ini sebagai penanda kuat komitmen bersama dalam memperkuat Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi ini mencerminkan pendekatan holistik untuk mencapai target produksi pangan.
Program ini melibatkan partisipasi aktif dari sekitar 250 petani lokal yang menjadi ujung tombak di lapangan. Dengan luasan tanam awal mencapai 500 hektare, upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Pemilihan varietas padi Inpari 32 didasarkan pada potensi hasilnya yang tinggi, yakni delapan ton per hektare.
Ke depan, Kodam XXI/Radin Inten berencana untuk terus mendorong riset dan pengembangan teknologi pertanian. Tujuannya adalah untuk menemukan varian bibit padi yang mampu mencapai produktivitas hingga 10 sampai 12 ton per hektare. Inovasi ini krusial untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Modernisasi Pertanian dengan Teknologi Canggih
Selain fokus pada penanaman, Kodam XXI/Radin Inten juga aktif mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah aplikasi Centurion 21. Aplikasi ini mengintegrasikan pemetaan drone dan analisis data untuk berbagai keperluan.
Centurion 21 dirancang untuk memprediksi hasil panen dengan lebih akurat serta mendeteksi gangguan tanaman sejak dini. Dengan demikian, petani dapat mengambil tindakan pencegahan atau penanganan yang tepat waktu. Pendekatan berbasis data dan kecerdasan buatan ini diharapkan membuat pertanian Lampung Timur lebih efisien dan berdaya saing.
Peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) sangat vital dalam implementasi teknologi ini. Babinsa tidak hanya mendampingi petani di lapangan, tetapi juga menjadi penghubung teknologi. Mereka membantu petani memahami dan memanfaatkan alat-alat modern untuk meningkatkan produktivitas.
Lampung Timur, Lumbung Padi Nasional yang Optimistis
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut baik kehadiran TNI dan pemerintah provinsi dalam gerakan tanam padi ini. Menurutnya, kolaborasi ini memberikan suntikan semangat baru bagi petani dan pemerintah daerah di tengah keterbatasan fiskal. Sektor pertanian tetap menjadi prioritas strategis bagi Lampung Timur.
Lampung Timur dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di Provinsi Lampung, dengan luas lahan padi mencapai 55.952 hektare, menjadikannya terbesar kedua di provinsi tersebut. Meskipun alokasi anggaran pertanian masih terbatas, kolaborasi ini menumbuhkan optimisme. Diharapkan produksi dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat.
Gerakan tanam padi di Way Jepara akan menjadi wilayah dampingan awal Kodam XXI/Radin Inten dengan luasan mencapai 2.396 hektare. Potensi perluasan ke kecamatan lain juga terbuka lebar, melengkapi inisiatif sebelumnya seperti petani mitra Adhyaksa. Program ini menegaskan komitmen daerah terhadap Ketahanan Pangan Nasional.
Sumber: AntaraNews