Khofifah Pastikan Kesiapan Transportasi Mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan sektor transportasi, BBM, dan kesehatan di Jawa Timur untuk menghadapi Kesiapan Transportasi Mudik Lebaran 2026, antisipasi lonjakan 24,90 juta pemudik.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah memastikan seluruh sektor terkait siap menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Kesiapan ini mencakup transportasi, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), serta layanan kesehatan bagi masyarakat. Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru di Polda Jawa Timur menjadi forum penting pembahasan ini.
Dalam rapat tersebut, Khofifah menekankan pentingnya semangat pelayanan publik sosial spiritual. Hal ini diharapkan menjadi motivasi bersama dalam memberikan layanan terbaik selama periode mudik Lebaran. Persiapan matang ini bertujuan untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memproyeksikan lonjakan pemudik yang signifikan pada tahun ini. Diperkirakan sebanyak 24,90 juta orang akan masuk ke wilayah Jawa Timur, mewakili sekitar 17,3 persen dari total pemudik nasional.
Proyeksi Pemudik dan Puncak Arus
Pemprov Jawa Timur telah merilis data proyeksi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026. Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2026, menandai dimulainya periode perjalanan massal. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 27 Maret 2026.
Jumlah penumpang angkutan umum di Jawa Timur selama periode Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 7,7 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 5,19 persen dibandingkan tahun 2025, yang tercatat sebanyak 7,3 juta penumpang. Peningkatan ini menjadi fokus utama dalam perencanaan Kesiapan Transportasi Mudik Lebaran.
Peningkatan jumlah penumpang ini mencakup berbagai moda transportasi yang tersedia. Mulai dari kereta api, bus, penyeberangan, hingga angkutan udara dan laut, semuanya diperkirakan akan mengalami lonjakan penggunaan. Data ini menjadi dasar bagi Pemprov Jatim untuk menyiapkan kapasitas dan layanan yang memadai.
Kesiapan Armada dan Personel
Untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, pemerintah daerah telah menyiapkan armada transportasi yang komprehensif. Armada ini terdiri atas 6.637 bus, 148 rangkaian kereta api (trainset), 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan. Total 241 perjalanan disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan pemudik.
Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga mendirikan Posko Angkutan Lebaran sebagai pusat pemantauan. Posko ini berfungsi untuk memantau arus mudik dan arus balik secara real-time, sekaligus mengantisipasi berbagai potensi permasalahan di lapangan. Koordinasi antar instansi menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Pengamanan dan kelancaran Angkutan Lebaran 2026 didukung oleh 8.991 personel gabungan. Personel ini berasal dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan kabupaten/kota, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta personel sektor laut dan PT ASDP Indonesia Ferry. Kolaborasi ini memastikan keamanan dan ketertiban selama periode mudik.
Pada periode ini, Pemprov Jawa Timur kembali menyelenggarakan program mudik gratis dengan moda bus, kapal laut, serta layanan pengangkutan sepeda motor. "Program tersebut merupakan upaya pemerintah menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama masa mudik," kata Khofifah.
Antisipasi Tantangan Lainnya
Gubernur Khofifah juga mengingatkan potensi kepadatan di jalur penyeberangan menuju Bali. Hal ini disebabkan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan puncak arus mudik. Situasi ini memerlukan perhatian khusus dan langkah antisipasi yang cermat.
Khofifah meminta langkah antisipasi terjadinya kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Mengingat pada saat Nyepi masyarakat tidak dapat keluar masuk Pulau Bali, penumpukan kendaraan perlu dihindari. Koordinasi dengan pihak terkait menjadi esensial untuk mengelola arus lalu lintas di area tersebut.
Selain itu, Khofifah meminta PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan elpiji tiga kilogram dan BBM selama masa mudik. Ketersediaan energi menjadi krusial untuk menunjang kelancaran perjalanan dan aktivitas masyarakat. Pemantauan stok dan distribusi harus dilakukan secara intensif.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) diminta memantau potensi aktivitas Gunung Semeru. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ditugaskan melakukan pemetaan cuaca menjelang puncak arus mudik. Informasi ini penting untuk keselamatan dan perencanaan perjalanan.
Layanan Kesehatan dan Logistik
Sektor kesehatan juga telah disiapkan secara matang untuk mendukung Kesiapan Transportasi Mudik Lebaran. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional, serta 2.852 pengemudi ambulans. Sumber daya ini akan mendukung pelayanan selama arus mudik dan arus balik.
Pemerintah juga menyiapkan layanan Public Safety Center (PSC) 119 sebagai pusat layanan darurat kesehatan. Layanan ini memastikan masyarakat dapat mengakses bantuan medis dengan cepat apabila terjadi insiden selama perjalanan. Ketersediaan layanan darurat ini sangat vital untuk keselamatan pemudik.
Sumber: AntaraNews