Karya Kreatif Benuanta 2025 Targetkan Perputaran Rp2,5 Miliar, Dorong UMKM Kaltara Naik Kelas
Festival Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2025 di Tarakan siap mendongkrak UMKM Kalimantan Utara dengan target perputaran uang Rp2,5 miliar, sekaligus merayakan HUT Pemprov Kaltara.
Festival Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2025 akan segera digelar di Tarakan, Kalimantan Utara, dengan tujuan utama mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut naik kelas. Acara ini diharapkan menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sektor UMKM di Kaltara.
Pelaksanaan KKB ke-6 ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 31 Oktober hingga 2 November 2025, bertempat di Tarakan Art and Convention Center (TACC). Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Seno Indarto, menjelaskan bahwa KKB kali ini juga berkolaborasi dengan perayaan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan ekonomi yang lebih besar.
Mengusung tema “UMKM Maju, Budaya Lestari, Ekonomi Tangguh”, KKB 2025 menargetkan partisipasi sekitar 100 UMKM lokal. Festival ini memiliki ambisi besar dengan target perputaran uang mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Angka ini mencerminkan optimisme Bank Indonesia dalam meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian Kaltara.
Mendorong Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi UMKM
Seno Indarto menegaskan bahwa tujuan utama KKB 2025 adalah mempromosikan UMKM lokal dan meningkatkan daya saing mereka di pasar. Festival ini dirancang untuk memberikan platform yang komprehensif bagi para pelaku UMKM. Target perputaran uang sebesar Rp2,5 miliar menunjukkan ambisi besar untuk pertumbuhan ekonomi daerah.
“Upaya ini dilakukan melalui serangkaian program terukur seperti penjualan, pembiayaan, kurasi, onboarding, dan capacity building,” kata Seno. Program-program ini dirancang untuk memberikan dukungan komprehensif bagi para pelaku UMKM. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka naik kelas dan memperluas jangkauan pasar, baik di tingkat nasional maupun global.
KKB 2025 menjadi bentuk nyata dukungan Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi, di samping tugas pokoknya dalam pengendalian stabilitas harga dan nilai rupiah. Acara ini juga menyinergikan program nasional penting. Ini termasuk Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Digitalisasi dan Inovasi untuk UMKM Berkelanjutan
Penekanan pada digitalisasi dan inovasi menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Karya Kreatif Benuanta 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong UMKM agar mampu menembus pasar nasional bahkan global. Selain itu, KKB juga berupaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda Kaltara.
Berbagai inovasi diangkat dalam KKB, termasuk program UMKM Go Green. Program ini mendorong pengembangan UMKM yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Contoh nyatanya adalah penggunaan pewarna alam dalam produk-produk kerajinan, yang mendukung praktik bisnis yang lebih hijau.
Selain itu, KKB 2025 juga mengangkat budaya lokal melalui kreasi budaya daerah. Peningkatan UMKM kerajinan diharapkan menjadi pendorong ekonomi kreatif di Kalimantan Utara. Potensi kopi Kaltara juga menjadi salah satu fokus inovasi yang diangkat dalam festival ini, menunjukkan kekayaan sumber daya lokal.
Akselerasi sistem pembayaran QRIS juga menjadi bagian penting dari KKB 2025. Digitalisasi pembayaran ini diharapkan dapat mempermudah transaksi bagi UMKM dan konsumen. Hal ini juga mendukung inklusi keuangan bagi UMKM di Kaltara, mempercepat adaptasi teknologi dalam bisnis mereka.
Sumber: AntaraNews