Kadin Dukung Pemerintah Berantas Mafia Tanah Penyebab Daya Saing RI Lemah
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, mengaku geram dengan keberadaan mafia tanah di Indonesia. Selain investor yang menjadi korban, daya saing RI menurutnya terganggu imbas eksisnya mafia tanah yang memakan kerugian hingga triliunan Rupiah tersebut.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, mengaku geram dengan keberadaan mafia tanah di Indonesia. Selain investor yang menjadi korban, daya saing RI menurutnya terganggu imbas eksisnya mafia tanah yang memakan kerugian hingga triliunan Rupiah tersebut.
"Mafia tanah yang mengambil keuntungan dari suatu hal yang tidak positif, itu membuat ekonomi kita cost-nya menjadi lebih tinggi. Sehingga menganggu daya competitiveness kita," tutur dia di Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (14/10).
Dia juga bilang, banyak proyek-proyek infrastruktur yang dulunya menjadi korban kasus mafia tanah. "Kebanyakan para investor juga banyak korban mafia tanah, kemudian proyek-proyek infrastruktur, itu jalan tol, itu kan banyak korban mafia tanah juga," ujarnya.
Pihaknya pun menegaskan, pengusaha mendukung rencana pemerintah dalam membongkar aksi-aksi mafia tanah di dalam negeri. "Ya kalau pemerintah sudah menyatakan membongkar mafia tanah ya bagus," kata dia.
Sebelumnya, Bareskrim Polri akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mafia Tanah dalam waktu dekat. Tim ini bertugas menyelesaikan kasus-kasus pertanahan di Indonesia.
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, pembentukan Satgas Mafia Tanah berdasarkan hasil koordinasi antara pihaknya dengan Kementerian Agraria.
"Hasil koordinasi antar Kementerian Agraria bahwa banyaknya kasus-kasus tanah yang memang sulit diungkapkan yang terkesan," kata Ari Dono.
"Seperti ada sindikasi, maka kita bentuk satu satgas (mafia tanah) untuk menyelesaikan kasus-kasus yang memang sulit yang diperkirakan itu merupakan bagian dari sindikasi," sambung Ari Dono.
Reporter: Bawono Yadika Tulus
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Harga Tanah di Papua Lebih Tinggi 2 Kali Lipat Ganjal Rencana Pembangunan Istana
Diburu Pengusaha, Harga Tanah di Ibu Kota Baru Naik Tajam Hingga Rp500 Juta
Jurus Pemerintah Hindari Spekulan Di Ibu Kota Baru
Pemerintah Diingatkan Wajib Kuasai Lahan Ibu Kota Baru Cegah Praktik Spekulan
Bos Bappenas: Jangan Mimpi jadi Spekulan Tanah di Ibu Kota Baru
Pengacara Suruh Preman Duduki Lahan di Cengkareng Berdasarkan Surat Lurah Kedaluwarsa
Punya Surat dari Lurah, 19 Preman Duduki Lahan Tanpa Izin di Cengkareng