Jumat Pagi Ini IHSG Bergerak Liar, Sempat Naik-Turun dalam Hitungan Menit
Pergerakan IHSG pada Jumat (5/6) menunjukkan fluktuasi yang signifikan.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang tidak stabil pada perdagangan saham yang berlangsung pada hari Jumat, (4/6/2026). Meskipun diawali dengan penguatan, IHSG kemudian mengalami tekanan yang membuatnya berbalik arah sebelum akhirnya kembali menguat. Mengutip data dari RTI, IHSG dibuka pada level 5.846, meningkat dari penutupan sebelumnya yang berada di angka 5.939. Namun, pada pukul 09.02 WIB, IHSG langsung mengalami penurunan 0,60% menjadi 5.799.
Tidak lama setelah itu, IHSG kembali menunjukkan tren positif. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG mengalami kenaikan 0,30% hingga mencapai posisi 5.855,53. Namun, pada pukul 09.08 WIB, IHSG kembali tertekan dan turun tipis 0,10% ke level 5.837,06. Pada pukul 09.10 WIB, IHSG kembali menguat. Indeks saham LQ45 juga mengalami pelemahan sebesar 0,65% dan berada di posisi 577,57. Sebagian besar indeks saham acuan mengalami tekanan, dengan hanya indeks JII yang mampu bertahan di zona hijau.
Selama perdagangan saham pada Jumat pagi, IHSG mencatatkan level tertinggi di 5.855,07 dan level terendah di 5.795,63. Terdapat 273 saham yang mengalami penurunan, yang turut membebani IHSG. Di sisi lain, 183 saham mengalami penguatan sementara 193 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 125.256 kali dengan volume perdagangan saham sebanyak 1,7 miliar lembar. Nilai transaksi harian saham tercatat sebesar Rp 1,6 triliun.
Sebagian besar sektor saham mengalami tekanan, dengan sektor keuangan mengalami penurunan sebesar 1,25%, menjadi pelemahan terbesar di antara sektor-sektor lainnya. Sektor saham transportasi juga melemah 0,53%. Namun, sektor basic mencatatkan penguatan sebesar 3,55%, yang berfungsi untuk menahan penurunan indeks agar tidak jatuh ke level yang lebih dalam.
IHSG Diperkirakan akan Menguat
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi untuk mengalami penguatan dalam jangka pendek, namun tetap rentan terhadap koreksi pada perdagangan saham yang berlangsung pada Jumat, (5/6/2026). Apabila IHSG mengalami penurunan, maka diperkirakan akan berada di kisaran 5.395 hingga 5.412.
Lalu, apa saja strategi rekomendasi saham yang bisa diterapkan? IHSG tercatat melemah sebesar 1,7% menjadi 5.839 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, pihaknya memperkirakan bahwa skenario negatif yang sebelumnya diprediksi sedang berlangsung. Saat ini, posisi IHSG berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.
"Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrend-nya ke rentang 5.395-5.412 sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dari moving average (MA) 200 harian secara bulanan," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pergerakan IHSG memiliki peluang untuk menguat ke rentang 5.852 hingga 5.881.
Herditya menuturkan lebih lanjut bahwa IHSG akan berada di level support antara 5.735 dan 5.381, serta level resistance di angka 6.215 dan 6.588 pada perdagangan Jumat pekan ini. Dalam riset yang dilakukan oleh PT Pilarmas Investindo Sekuritas, disebutkan bahwa IHSG berpotensi melemah namun dalam batasan yang terbatas, dengan level support dan resistance yang ditetapkan di 5.740 hingga 6.095.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Minerals Tbk (ADMR), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Timah Tbk (TINS). Di sisi lain, Herditya juga merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Minerals Tbk (ADMR), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), serta PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Dalam rekomendasi teknikal, saham PT Alamtri Resources Minerals Tbk (ADMR) dianjurkan untuk dibeli saat terjadi pelemahan. Saham ADMR tercatat menguat 5,75% menjadi 1.380 dengan adanya volume pembelian yang meningkat. "Kami memperkirakan, posisi ADMR saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A," ungkap Herditya. Rekomendasi untuk Buy on Weakness berada di rentang harga 1.120-1.230, dengan target harga 1.575 dan 1.720, serta stoploss di bawah 1.065.
Selanjutnya, untuk saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), direkomendasikan untuk melakukan trading buy. Saham MAPI mengalami kenaikan sebesar 0,33% menjadi 1.500, disertai dengan peningkatan volume pembelian, meskipun pergerakannya masih cenderung sideways.
"Saat ini, posisi MAPI diperkirakan berada pada bagian akhir dari wave v dari wave (a) dari wave [iii]," jelasnya. Rekomendasi trading buy untuk MAPI terdapat pada rentang harga 1.485-1.495, dengan target harga 1.515 dan 1.540, serta stoploss di bawah 1.470.