Juli 2015, BPS catat ekspor Indonesia turun 19,23 persen
Dibanding bulan sebelumnya, turun 15,53 persen.
Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Indonesia sebesar USD 11,41 miliar pada Juli 2015. Itu turun sebesar 15,53 persen dibanding ekspor bulan sebelumnya. Dan turun 19,23 persen ketimbang ekspor pada Juli 2014.
"Penurunan ini biasa terjadi musiman. Ketika lebaran dan tahun sebelumnya juga terjadi penurunan," ujar Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Adi Lumaksono, Jakarta, Selasa (18/8).
Pada Juli lalu, ekspor nonmigas mencapai USD 9,99 miliar, turun 17,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara, bila dibanding ekspor Juli tahun lalu, turun 14,11 persen.
Ekspor nonmigas mencapai USD 78,37 miliar atau turun 7,55 persen. Penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati, sebesar 18,84 persen menjadi USD 339 juta.
Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar 3,42 persen menjadi USD 43,3 juta.
Ekspor non migas ke Amerika Serikat mencapai USD 1,17 miliar. Disusul China USD 1,1 miliar, dan Jepang USD 1,01 miliar. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar USD 1,10 miliar.
Ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Juli 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD 14,84 miliar (16,53 persen). Diikuti Kalimantan Timur sebesar USD 11,42 miliar (12,72 persen), dan Jawa Timur sebesar USD 10,09 miliar (11,24 persen).
"Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2015 mencapai USD 89,76 miliar atau menurun 12,81 persen dibanding periode sama 2014."
Baca juga:
Juli 2015, RI cetak surplus dagang terbesar dalam 19 bulan terakhir
Genjot ekonomi, menkeu sebut konsumsi masyarakat kudu dijaga
Tiap tahun, produksi tomat surplus hingga 400 ribu ton
Ini strategi jangka pendek Kemendag hadapi kelebihan produksi tomat
SKK Migas setuju rencana pengembangan Lapangan Tiung Biru-Jambaran
Ini strategi bos pajak kejar pendapatan negara