Jokowi ingin holding BUMN bisa kuat seperti Temasek di Singapura
Pemerintah berencana membuat enam holding BUMN.
Presiden Joko Widodo telah menerima laporan dari Menteri BUMN, Rini Soemarno dan beberapa menteri lainnya soal usulan pembentukan holding BUMN. Langkah ini dinilai akan membuat BUMN menjadi lebih sehat, kuat, dan menghindarkan perusahaan pelat merah dari praktik yang sangat rentan untuk ditempeli kekuatan partai politik ataupun kekuatan politik tertentu.
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menjelaskan, Presiden Jokowi memerintahkan agar proses pembentukan holding BUMN dilakukan secara hati-hati. Selain itu, pembentukan holding BUMN harus memperhatikan efektivitas, sinergi dan sekaligus juga diharapkan agar membuat BUMN menjadi lebih ramping dan gesit.
"Ada enam holding yang tadi disampaikan dan diminta Presiden dan Wapres untuk dikaji lebih mendalam. Dari enam usulan tersebut, secara rinci akan dijelaskan oleh kementerian terkait apabila sudah final. Prinsipnya, dalam jangka panjang akan menjadi kekuatan seperti Temasek di Singapura atau holding lain di negara lain, termasuk Malaysia," kata Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/2).
"Kalau bisa dilakukan, maka sinergitas di antara holding itu antara lain ada di sektor perbankan, ketahanan energi, infrastruktur, pertambangan, itu akan membuat betul-betul proses pembangunan holding membuat BUMN ke depan akan semakin kuat," tambahnya.
Pramono menjelaskan apabila hal tersebut dilakukan, maka pemerintah yakini efisiensi secara natural akan terjadi di masing-masing BUMN yang ada. Sementara, lewat proses pembangunan holding tersebut, tentunya akan ada perubahan PP sebagai turunan dari UU.
"Supaya holding sama sekali tidak bergantung atau tidak lagi ada bantuan dana dari APBN. Semata mereka menghidupi diri sendiri, menjadi besar, dan mereka akan memberikan kontribusi pemasukan baik dari keuntungan maupun pajak terhadap negara," tukasnya.
Baca juga:
Jokowi kembali singgung moratorium pembangunan kantor baru
Ada penghambat, Jokowi diimbau bikin tim khusus Blok Masela
Jokowi hanya izinkan pembangunan gedung baru untuk sarana pendidikan
Putusan Blok Masela di 2018 bikin investor kabur
Ada campur tangan Jokowi di balik sikap Emil mundur dari Pilgub DKI