Putusan Blok Masela di 2018 bikin investor kabur
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengatakan rencana pengembangan Blok Masela, Maluku akan diputuskan pada 2018. Hal ini disebabkan Blok Masela memiliki investasi yang besar dan sangat panjang.
Namun, Ekonom Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) Berly Martawardaya melihat keputusan tersebut justru akan membuat para investor kabur. Sebab, sejak ditandatangani pada 1998, belum ada produksi yang menguntungkan antara investor dan pengusaha.
"Artinya semakin lama ditunda, maka semakin lama juga produksi berlangsung. Atau jangan-jangan nanti buat investor kabur. Karena sejak 1998 digantung terus. Belum lagi kondisi migas terus rendah, orang juga akan kabur," kata Berly di kantor INDEF, Jakarta, Senin (29/2).
Dia menambahkan, dalam Pasal 3 di PP 9/2013 tentang penyelenggaraan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, dikatakan bahwa Menteri Energi dan Simber Daya Mineral (ESDM) merupakan ketua Komisi Pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).
Dengan posisi tersebut, lanjut Berly, seharusnya Menteri ESDM bisa memberikan persetujuan terhadap usulan kebijakan strategis dan rencana kerja SKK Migas dalam penyelenggaraan pengelolaan kegiatan usaha hulu migas.
"Maksudnya, sudah ada keputusan. Maka sebaiknya, pemerintah segera putuskan, karena bagaimana mau menarik investasi baru, bila investor yang sudah lama datang dan komitmen dan sangat besar terus menghadapi ketidakpastian atau delay," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya