Jokowi: 75 persen masyarakat RI harus melek keuangan di 2019
Jokowi menjelaskan telah memiliki langkah agar masyarakat memiliki akses perbankan, yakni penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui sistem perbankan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan 75 persen dari penduduk Indonesia mendapatkan akses jasa keuangan pada 2019. Hal itu dimulai dari tabungan hingga penyaluran kredit.
"Target 2019 memang ambisius 75 persen, tapi memang kalau mau enteng target 45 persen, itu pasti dapet, tapi 75 persen memang tidak mudah," ujar Jokowi saat meluncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) di Istana Negara Jakarta, Jumat (18/11).
Jokowi menjelaskan telah memiliki langkah agar masyarakat memiliki akses perbankan, yakni penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui sistem perbankan.
"Makanya saya perintahkan ke menteri semua agar sekarang semua bansos harus masuk ke sistem keuangan, perbankan," ujarnya.
Jokowi mengungkapkan sejak Indonesia merdeka pada 71 tahun lalu, masih banyak masyarakat yang belum merasakan sistem perbankan. Lewat data terakhir di 2014, tercatat hanya sekitar 36 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang menikmati layanan perbankan.
"Walau indonesia sudah jadi negara gede secara ekonomi, tapi indeks inklusi keuangan kita masih di tingkat 36% berdasar data 2014, artinya masih belum banyak masyarakat yang belum nikmati layanan bank, masih banyak yang belum punya tabungan, masih banyak yang belum dapat akses pinjaman bank," pungkasnya.
Baca juga:
Rupiah terus merosot menuju Rp 13.500 per USD
PLN: Pak Jonan tetapkan 19.000 MW di 2019 itu target minimal
Bos Bank Mandiri: Masyarakat tak perlu khawatir isu rush money
Menko Darmin: Tak ada alasan untuk terjadi rush money
Sri Mulyani: Gerakan rush money merusak perbankan Tanah Air
Menkeu pastikan Rp 15 juta untuk korban bom Intan Olivia segera cair
RUPS HM Sampoerna angkat Mindaugas Trumpaitis sebagai dirut anyar