Sri Mulyani: Gerakan rush money merusak perbankan Tanah Air
Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, kabar gerakan rush money atau penarikan uang secara besar-besaran di bank pada 25 November 2016 akan merusak pasar keuangan. Gerakan rush money diduga dipicu aksi 25 November yang menjadi aksi susulan 4 November 2016 lalu.
"Tindakan (rush money) yang bisa merusak perbankan itu sebenarnya akan merusak kepentingan masyarakat sendiri," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11).
Tak hanya itu, gerakan rush money tidak mendukung upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Gerakan itu juga bertentangan dengan upaya pemerintah untuk menumbuhkan ekonomi nasional.
"Oleh karena itu hati-hati dalam melakukan tindakan yang bisa saja melukai dan memengaruhi kepentingan masyarakat sendiri," kata dia.
Mantan Managing Director and Chief Operating Officer Bank Dunia ini mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah mendengar aspirasi masyarakat pada 4 November lalu. Sehingga dia berharap aksi susulan dan gerakan rush money itu tidak terjadi.
"Tetapi, kalau ada gerakan rush money tentu itu sangat bertentangan erat dengan apa yang mereka mau tuju," tuntasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya