Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkeu pastikan Rp 15 juta untuk korban bom Intan Olivia segera cair

Menkeu pastikan Rp 15 juta untuk korban bom Intan Olivia segera cair Brimob amankan lokasi bom gereja oikumene. ©2016 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akan mencairkan dana Bantuan Santunan Kematian sebesar Rp 15 juta kepada keluarga Intan Olivia. Korban bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Dana bantuan itu sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) di Kementerian Sosial.

"Kalau sudah ada UU-nya dan sudah ada keputusan memberikan santunan ya sudah, itu harus dijalankan," kata Menkeu Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11).

Wanita kelahiran Bandar Lampung tersebut mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan sejumlah kementerian lain yang turut bertanggung jawab atas santunan sekaligus keamanan bagi korban bencana. Misalnya Kementerian Politik Hukum dan Keamanan dan Kementerian Sosial.

"Sekarang ini kita akan menunggu dari Menko Polhukam bagaimana cara terbaik untuk menangani terutama mereka yang jadi korban. (Soal bantuan) nanti akan kita lihat apa itu sudah direncanakan, apa sudah di mata anggaran. Kalau tidak, kita biasanya punya beberapa cadangan," jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan memberi Bantuan Santunan Kematian sebesar Rp 15 juta kepada keluarga Intan Olivia. Hingga saat ini, Kementerian Sosial masih berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

"Kalau di Kemensos yang terkait dengan bencana alam dan bencana sosial itu ada Bantuan Santunan Kematian itu ada SOP (Standard Operating Procedure)-nya Rp 15 juta," ungkap Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan.

Kemensos beralasan belum bisa langsung memberikan Bantuan Santunan Kematian kepada keluarga Intan karena data-data Intan dan pihak keluarga belum masuk ke bagian administrasi Kemensos.

"Kemarin sore rupanya datanya belum masuk. Karena polanya kan dananya ditransfer. Mungkin keluarganya juga masih berduka," ujar dia.

Dia menambahkan, tim Kemensos sudah mendatangi kediaman keluarga Intan untuk mengambil data-data yang diperlukan.

"Kemarin ada tim Kemensos yang ke kediaman, ya mungkin menunggu masa duka keluarga. Jadi ada simpati dan empati dari kita semua," kata Khofifah mengakhiri.

Intan Olivia (2) meninggal dunia sekitar pukul 03.45 Wita, Senin 14 November 2016 dini hari, setelah sempat menjalani perawatan di RSUD AW Syahranie.

Intan mengalami luka bakar yang cukup parah akibat terkena bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (13/11) pagi.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP