JK: Kemajuan Negara Bergantung Sinergi Pemerintah dan Pengusaha
Jusuf Kalla menegaskan kemajuan negara bergantung pada keseimbangan peran pemerintah dan pengusaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menegaskan kemajuan sebuah negara ditopang oleh dua pilar utama, yakni pemerintah yang menjalankan tugasnya secara baik dan pengusaha yang aktif menggerakkan perekonomian.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan fondasi pembangunan melalui tata kelola yang adil, pembangunan infrastruktur, penciptaan iklim usaha yang kondusif, serta menarik pajak dari pertumbuhan ekonomi yang tercipta.
Namun, ia menilai pembangunan tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah. Peran dunia usaha, baik pengusaha kecil maupun besar, menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Semua negara maju pada akhirnya memiliki peran pengusaha kecil dan besar untuk memajukan negara itu dengan cara mempunyai pendapatan dan kemudian memberikan pekerjaan kepada masyarakat,” ujar JK di acara The 2026 Asia Grassroots Forum (AGF) yang digelar Amartha, Selasa (9/6/2026).
Keduanya Kunci
Ia menjelaskan bahwa keseimbangan antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
Jika perekonomian hanya ditopang pemerintah, maka negara berpotensi bergerak ke arah etatisme atau sistem yang terlalu didominasi negara.
Sebaliknya, jika seluruh aktivitas ekonomi diserahkan kepada sektor swasta, maka negara akan cenderung menjadi ekonomi liberal murni.
Karena itu, JK menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan roda pembangunan nasional.
Salah satunya, jumlah tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang dapat diserap langsung oleh pemerintah sangat terbatas. Sementara itu, sebagian besar lapangan pekerjaan justru tercipta dari swasta yang membangun proyek, mengembangkan bisnis, dan menggerakkan ekonomi.
“Pemerintah hanya memberikan pekerjaan kepada sekitar 4 juta orang. Tetapi yang memberikan lapangan kerja kepada hampir seluruh masyarakat adalah para pengusaha yang membuat kegiatan, membangun proyek, mengembangkan ekonomi,” katanya.
“Tanpa peranan pemerintah, ekonomi akan menjadi terlalu liberal. Tanpa peranan swasta, pemerintah akan menjadi sangat sosialis. Karena itu, peran pemerintah yang adil dan usaha-usaha swasta yang kreatif harus selalu berjalan bersama,” tutur dia.
Ia menambahkan, model keseimbangan tersebut menjadi prinsip yang berlaku di berbagai negara, terlepas dari sistem ekonomi yang dianut, karena pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara negara dan pelaku usaha.