Indonesia Re: Digitalisasi & Artificial Intelligence Hadirkan Risiko Baru Harus Diantisipasi Manajemen Kuat
Seiring perkembangan industri, Robbi menyoroti tantangan baru yang muncul (emerging risk), maka optimalisasi pemanfaatan teknologi digital harus dilakukan.
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re berkomitmen untuk terus menjalankan kepatuhan penuh terhadap regulasi, khususnya industri asuransi yang highly regulated. Komitmen ini akan dijalan manajemen, pemegang saham dan semuanya.
Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid menyadari bahwa bisnis perusahaan adalah bisnis pengelolaan risiko. Itu sebabnya, pihaknya harus selalu profesional dan berhati-hati dalam menjaga kepentingan nasabah, baik individu maupun korporasi termasuk dalam hal ini kepentingan dari perusahaan asuransi sebagai customer langsung dari Indonesia Re.
"Prinsip GCG adalah fondasi utama dalam menjaga kepercayaan nasabah/mitra usaha," kata Robbi di Jakarta, Senin (13/10).
Seiring perkembangan industri, Robbi menyoroti tantangan baru yang muncul (emerging risk), maka optimalisasi pemanfaatan teknologi digital menjadi hal yang tidak dapat dikesampingkan.
"Digitalisasi, Artificial Intelligence, machine learning, dan pengelolaan data secara digital menghadirkan risiko baru yang harus diantisipasi dengan sistem manajemen risiko yang kuat. Selain itu, aspek ESG kini menjadi tolok ukur global yang juga tidak bisa dihindari. Indonesia Re terus beradaptasi agar tetap relevan dan berkelanjutan dalam berbisnis, baik di pasar domestik maupun internasional," jelasnya.
Lebih jauh, keberhasilan strategi manajemen risiko Indonesia Re juga ditopang oleh kolaborasi erat antara fungsi legal, manajemen risiko, keuangan, investasi, serta unit bisnis lainnya melalui forum koordinasi dan komite internal perusahaan.
"Kami bekerja secara kolektif dalam mengidentifikasi risiko, merumuskan strategi, serta melihat peluang di balik tantangan yang ada. Kolaborasi pada lini three lines of defence ini menjadi fondasi penting bagi Indonesia Re untuk terus bertransformasi dan mendukung peran BUMN sebagai agen pembangunan," kata Robbi.
Hasil Kinerja Buahkan Hasil
Upaya yang dilakukan Indonesia Re pun membuahkan hasil dengan meraih penghargaan 'Indonesia’s Most Respected In-House Counsel 2025 Sektor Industri Asuransi' dalam ajang The Indonesian In-House Counsel Summit & Awards 2025.
Acara penghargaan ini diselenggarakan oleh Hukumonline yang bekerja sama dengan Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA) dan Asia Pacific Corporate Counsel Association (APCCA) di Nusa Dua, Bali, pada 2-3 Oktober 2025.
"In-house counsel zaman sekarang ini sudah lebih maju, sudah lebih advance. Penggunaan platform digital sangat membantu tim legal in-house dalam perusahaan, termasuk di Indonesia Re," ujar Robbi Yanuar Walid.
Robbi menceritakan arti dari capaian ini bagi dirinya dan juga perusahaan. "Secara pribadi, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan profesional saya sejak memulai karier pada 1995 di bidang hukum, kepatuhan, dan manajemen risiko. Lebih dari itu, bagi Indonesia Re, penghargaan ini adalah pengakuan eksternal atas komitmen perusahaan dalam membangun tata kelola yang kuat, berintegritas, serta mampu memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan," ungkap Robbi.