LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indef sebut paket kebijakan ekonomi tak berdampak pada ekonomi RI

Institut For Development Of Economics and Finance (Indef) menilai paket kebijakan ekonomi I-XIV yang dikeluarkan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla belum berdampak pada perekonomian Indonesia. Paket-paket kebijakan yang telah dirilis oleh Pemerintah dinilai tidak fokus berdasarkan sektor yang ingin dituju.

2017-02-09 13:15:20
Indef
Advertisement

Institut For Development Of Economics and Finance (Indef) menilai paket kebijakan ekonomi I-XIV yang dikeluarkan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla belum berdampak pada perekonomian Indonesia.

Peneliti The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus mengatakan paket-paket kebijakan yang telah dirilis oleh Pemerintah dinilai tidak fokus berdasarkan sektor yang ingin dituju.

"Berdasarkan kelompok atau subsektor industri, sebagian besar turun semua baik skala besar dan sedang. Saat ini sketor industri sedang mengalami masa-masa sulit karena peranannya telah mencapai titik rendah selama dua dekade terakhir," ujar Heri di kantor INDEF, Jakarta, Kamis (9/2).

Advertisement

Heri menegaskan paket kebijakan ini memberikan ekspektasi tinggi terhadap pasar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam kenyataannya hal ini masih jauh dari harapan.

Padahal, tujuan dari paket kebijakan ekonomi secara umum adalah untuk mendorong daya saing industri nasional, meningkatkan lapangan kerja, daya beli masyarakat dan memacu pertumbuhan.

"Kemudian paket kebijakan menimbulkan ekspektasi atau harapan yang besar jangka pendek, banyak yang berharap usaha bisa tumbuh tapi kenyataannya itu tidak kunjung terjadi, realisasinya minim. Pemerintah harus kelola ekspektasi pasar agar paket kebijakan tidak dinilai gagal karena ini behubungan dengan kepercayaan," jelasnya.

Advertisement

Menurutnya, paket kebijakan ekonomi ini sangat minim sosialisasi di daerah-daerah, sehingga implementasinya masih tidak efektif. Sebab, sektor industri lebih banyak di daerah-dearah.

"Paket-paket yang dirilis tidak diimbangi dengan keselarasan di Pemda, kadang ada Pemda yang merasa belum disosialisasikan. Padahal implementasinya bisa diterapkan lebih besar di daerah karena di daerah bnyk industri-industri jadi gak jalan efektif," pungkasnya.

Baca juga:
Harga emas Antam naik Rp 2.000 ke posisi Rp 594.000 per gram
Rupiah bergerak menguat ke level Rp 13.303 per USD
Asosiasi nilai pajak progresif tanah nganggur matikan pengusaha baru
DPR: Jangan sampai pajak progresif tanah jadi bahan menyerang Jokowi
Menkeu syaratkan politikus pendaftar DK OJK bebas kepentingan partai
Ini 6 bisnis dengan modal kecil bisa untung ratusan juta
Ini yang dilakukan pemerintah pada dana dari pajak progresif tanah

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.