Hitung-hitungan Status Mitra Ojol Jadi Karyawan Tetap
Risiko penyerapan tenaga kerja mitra menjadi karyawan tetap hanya berada di bawah 40 persen.
Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, angkat bicara terkait wacana perubahan status pengemudi ojek online (ojol) dari mitra menjadi karyawan tetap.
Dia menyebut untuk melakukan perubahan status, pihaknya harus melakukan tes terhadap para calon karyawan dan waktu bekerja juga ditentukan yakni 8 jam per hari. Menurutnya, perubahan status tersebut tidak semudah yang dibayangkan dan berisiko mengurangi jumlah pengemudi yang terserap dalam sistem kerja.
"Kalau mau jadi karyawan, itu harus ikut tes, itu yang pertama, dan waktunya ditentukan dari jam 8 sampai jam 5. Betul kan ya? Kalau yang namanya pekerja dari jam 8. Lalu kalau tes yang diberikan, yang dipilih, adalah yang terbaik. Tidak bisa terbuka untuk semua. Bukan lulusan yang paling tinggi, itu tidak mungkin mendapat kesempatan mungkin," ucap Neneng dalam acara media briefing, Jakarta, Selasa (17/6)
Neneng mencontohkan kebijakan serupa di sejumlah negara maju. Di Spanyol, katanya, ketika pengemudi diubah statusnya menjadi karyawan, hanya 17 persen yang bisa terserap, padahal sebelumnya seluruh pengemudi bisa bekerja sebagai mitra.
“Yang padahal Spanyol itu kalau saya menganggapnya, sudah developed country. Bukan developed country seperti kita. Jadi UMKM di sana pasti lebih sedikit dari kita,” ujarnya.
Hal serupa, menurut Neneng, juga terjadi di Swiss. Berdasarkan hasil riset, hanya sekitar 33 hingga 37 persen pengemudi yang dapat diserap setelah perubahan status menjadi karyawan. Padahal Swiss merupakan negara maju dengan jumlah UMKM yang relatif kecil.
“Nah, dari dua itu, mungkin ada juga dari UK, tapi dari dua negara itu yang saya katakan, adalah seperti itu,” lanjut Neneng.
Dia khawatir, jika jumlah pengemudi online berkurang, maka layanan kepada masyarakat juga akan terganggu, termasuk pengantaran makanan dan penumpang.
“Misalnya untuk pengantaran makanan yang berkurang, UMKM yang masuk juga dilayaninya juga berkurangan. Dan, yang tadi pada daftar untuk menjadi sampingan, untuk nambah-nambah penghasilan, tidak bisa. Mereka tidak mungkin bisa diterima,” tegasnya.
Desakan Pemerintah
Sementara itu, Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengatakan profesi sebagai driver ojol seharusnya diposisikan sebagai pekerjaan sementara yang memberi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan.
“Saya menginginkan bahwa profesi mereka sebagai driver di Grab, ini adalah profesi sementara. Dan hanya sebagai proses antara mereka untuk supaya mereka bisa dapat posisi yang jauh lebih baik lagi,” ujar Maman.
Menurutnya, banyak pengemudi Grab yang menjadikan profesi tersebut sebagai tambahan dari pekerjaan utama mereka.
“Jadi, profesi ini adalah profesi yang memberikan ruang kepada kalian yang misalnya sudah punya pekerjaan. Jadi, artinya memberikan ruang dan kesempatan kepada mereka-mereka yang memang ingin mencari tambahan insentif,” lanjutnya.
Dia pun menggarisbawahi potensi masalah sosial yang bisa timbul jika skema kemitraan dihapuskan dan tidak semua pengemudi lolos seleksi menjadi karyawan.
“Kalau tadi disebutkan 20 persen, kita naikkan sampai 40 persen, pertanyaannya siapa yang bertanggung jawab terhadap 60 persen-nya? Pada saat misalnya mereka tidak mendapatkan proses rekrutmen kepegawaian di Grab, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap situasi ini? Tentunya akan menjadi problem sosial kembali,” jelas Maman.
Karena itu, dia menilai skema kemitraan yang berjalan saat ini masih relevan dan merupakan pilihan mayoritas pengemudi.
“Maka dari itu dengan mekanisme dan sistem seperti ini, sistem kemitraan ini, yang merupakan juga aspirasi dari sebagian besar, saya tidak bilang 100 persen, tetapi sebagian besar memang lebih menginginkan tetap dengan status kemitraan,” tegasnya.
Pemerintah, kata Maman, akan terus mencari formula insentif tambahan agar pendapatan mitra ojol meningkat seiring waktu.
“Tinggal nanti dalam perjalanan, inilah yang menjadi tugas kami, pemerintahan dan UMKM untuk mencari atau membuat sebuah format-format bagaimana insentif-insentif tambahan, yang tadinya mungkin pendapatan mereka sekian, ya dengan berjalan dengan perkembangan waktu, mereka bisa kita naikkan pendapatannya. Dan saya yakin itu juga sudah menjadi komitmen yang baik,” tutup Maman.