FKBI: Transformasi Energi Bersih Perkuat Reputasi Pertamina di Kancah Global
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai langkah Transformasi Energi Bersih Pertamina serta penguatan layanan publik mampu memperkuat reputasi perusahaan di tingkat global, seiring masuknya dalam daftar Fortune Southeast Asia 500.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menyoroti pentingnya langkah Pertamina dalam memperkuat pelayanan publik secara berkelanjutan. Ia juga menekankan percepatan transformasi energi bersih sebagai kunci utama untuk masa depan perusahaan. Upaya strategis ini dinilai mampu memperkuat reputasi Pertamina di tingkat kawasan maupun global, menegaskan posisinya sebagai pemain energi terkemuka.
Pernyataan Tulus Abadi ini disampaikan menyusul masuknya Pertamina dalam daftar bergengsi Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026. Pencapaian ini menjadi penanda penting bagi posisi perusahaan energi nasional di kancah regional. Hal ini secara jelas menunjukkan pengakuan terhadap kinerja, inovasi, dan strategi bisnis Pertamina yang adaptif di seluruh Asia Tenggara.
Menurut Tulus, posisi strategis ini menjadi branding penting bagi Pertamina dalam konteks reputasi internasional yang semakin kompetitif. Sebagai perusahaan minyak dan gas global, masuknya Pertamina dalam daftar bergengsi tersebut memiliki nilai yang sangat strategis. Ini tidak hanya menegaskan peran penting Pertamina di pasar energi global, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor dan mitra internasional.
Mengukuhkan Reputasi Global dan Peningkatan Pelayanan Domestik
Tulus Abadi menekankan bahwa pengakuan internasional ini tidak boleh membuat Pertamina berpuas diri atas usaha yang telah dilakukan selama ini. Ia mengingatkan bahwa capaian gemilang ini justru harus menjadi pendorong kuat. Pertamina perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Indonesia secara konsisten dan merata di seluruh wilayah.
Status sebagai perusahaan kelas dunia itu harus diwujudkan melalui pelayanan yang dirasakan langsung oleh konsumen di dalam negeri. Pelayanan prima menjadi tolok ukur utama keberhasilan perusahaan. Ini mencakup keandalan distribusi energi yang merata dan terjangkau di seluruh pelosok negeri, dari Sabang sampai Merauke.
Secara umum, Tulus menilai Pertamina telah menunjukkan kemampuan menjaga keandalan distribusi energi yang vital bagi perekonomian nasional. Namun, peningkatan kualitas pelayanan tetap menjadi kunci utama. Hal ini penting agar reputasi Pertamina semakin baik di tengah sorotan publik, termasuk setelah penyesuaian harga BBM yang dilakukan belum lama ini, yang membutuhkan komunikasi transparan.
Komitmen Pertamina dalam Transformasi Energi Bersih dan Berkelanjutan
Selain memastikan ketersediaan energi, perusahaan juga perlu memperkuat komitmennya terhadap agenda keberlanjutan global. Transisi energi menjadi isu krusial yang harus terus didorong dengan inovasi dan investasi. Ini sejalan dengan upaya mitigasi perubahan iklim global yang menjadi perhatian dunia internasional.
Tulus Abadi menyarankan Pertamina memanfaatkan momentum pengakuan internasional ini untuk memperkuat perannya. Pengakuan tersebut dapat menjadikannya korporasi energi yang berkomitmen pada pengembangan energi hijau atau green energy. Langkah ini akan menempatkan Pertamina sebagai pemimpin dalam sektor energi terbarukan di kawasan.
Pengembangan energi hijau ini bukan hanya untuk memenuhi tuntutan global terkait isu lingkungan. Ini juga merupakan langkah strategis untuk masa depan energi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Pertamina diharapkan menjadi pelopor dalam inovasi energi berkelanjutan, menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara.
Dengan fokus pada Transformasi Energi Bersih Pertamina, perusahaan dapat memastikan keberlanjutan operasionalnya. Ini juga akan memperkuat daya saingnya di pasar global yang semakin mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Sumber: AntaraNews