Fantastis, Polda Banten Panen Jagung 2.540 Ton, Lampaui Target Awal Dukung Swasembada Pangan Nasional!
Polda Banten panen jagung melimpah hingga 2.540 ton, jauh melampaui target awal! Ini adalah wujud komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui inisiatif ini, mereka berhasil memanen jagung dalam jumlah yang sangat signifikan. Pencapaian ini merupakan bagian dari upaya nyata Polri untuk berkontribusi pada pembangunan sektor pangan di Indonesia.
Total lahan pengelolaan jagung seluas 3.388,2 hektare telah dimanfaatkan secara optimal oleh Polda Banten. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.109,84 hektare lahan telah ditanami jagung. Hasil panen perdana ini menunjukkan efektivitas program yang dijalankan.
Pada Selasa, 04 November, panen perdana di Kota Serang, tepatnya di Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, berhasil dilaksanakan. Panen ini menghasilkan 2.540,5 ton jagung, melampaui target awal 2.000 ton atau setara 127,02 persen dari target yang ditetapkan. Seluruh hasil panen ini kemudian disalurkan ke Bulog Banten.
Pencapaian Luar Biasa dan Distribusi Hasil Panen
Program ketahanan pangan yang digagas oleh Polda Banten telah mencapai hasil yang mengesankan. Dari total lahan yang dikelola, 84,39 persen atau sekitar 2.109,84 hektare telah berhasil ditanami jagung. Angka ini menunjukkan keseriusan Polda Banten dalam menggarap sektor pertanian.
Kabid Propam Polda Banten, Kombes Pol Murwoto, menyatakan bahwa panen perdana di lahan seluas satu hektare milik Bidpropam saja menghasilkan sekitar 5 ton jagung. "Hasil panen ini akan didistribusikan ke Bulog Kabupaten Serang," ujarnya. Distribusi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan jagung di daerah.
Kegiatan panen jagung ini tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian, tetapi juga beberapa kelompok tani lokal. Kelompok Tani Baru Mekar, Sri Tani, dan Haluyu turut serta dalam upaya ini. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat petani menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan ini.
Murwoto menambahkan bahwa jajaran kepolisian di tingkat Polres juga akan melakukan panen serupa di lahan masing-masing seluas satu hektare. Ini menunjukkan bahwa program ini akan terus berlanjut dan diperluas. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Sinergi Lintas Sektor dan Komitmen Polri
Kegiatan panen jagung ini bukan sekadar upaya pertanian biasa, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat dan sinergi lintas sektor. Kombes Pol Murwoto menegaskan bahwa inisiatif ini memperkuat program ketahanan pangan nasional. "Semoga kegiatan ini dapat mendukung program Bapak Presiden RI tentang ketahanan pangan," ucapnya.
Wakapolda Banten, Brigjen Pol Hendra Wirawan, menekankan bahwa panen jagung adalah bagian dari komitmen Polri untuk berkontribusi pada pembangunan nasional. "Sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab Polri, Polda Banten tidak hanya menjaga stabilitas kamtibmas, tetapi juga turut aktif dalam mendukung pembangunan nasional," katanya.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Banten berfokus pada pengembangan komoditas jagung sebagai bahan strategis nasional. Upaya ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian pangan. Fokus pada jagung dipilih karena perannya yang penting dalam industri pakan dan pangan.
Kolaborasi menjadi elemen krusial dalam program ini. Polda Banten bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani di seluruh wilayah Banten. Keterlibatan berbagai pihak ini memastikan program berjalan efektif dan efisien.
Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional
Keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan pertanian merupakan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Asta Cita menekankan pentingnya swasembada pangan nasional sebagai salah satu prioritas utama. Polda Banten berperan aktif dalam mewujudkan visi tersebut.
Brigjen Pol Hendra Wirawan menyatakan, "Melalui program peduli ketahanan pangan, kami ingin memastikan bahwa Polri hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat." Pernyataan ini menegaskan orientasi program pada kesejahteraan publik. Kehadiran Polri diharapkan tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai agen pembangunan.
Semangat gotong royong yang muncul dalam pelaksanaan panen jagung di Banten juga mendapatkan apresiasi. Hendra Wirawan mengajak semua pihak untuk menjaga semangat kebersamaan ini. "Mari kita jaga semangat kebersamaan ini demi mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Provinsi Banten," tutupnya.
Program ini menjadi contoh bagaimana institusi keamanan dapat berperan aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Dengan hasil panen yang melimpah, Polda Banten telah membuktikan komitmennya. Ini adalah langkah maju menuju ketahanan pangan yang lebih baik di tingkat regional dan nasional.
Sumber: AntaraNews