Fakta Unik Kopi Kintamani: Kemenperin dan Pemkab Bangli Perluas Jaringan IKM Kopi dan Bambu
Kementerian Perindustrian dan Pemkab Bangli memperluas jaringan IKM Kopi dan Bambu, menyasar pasar domestik dan internasional. Dana miliaran rupiah digelontorkan untuk pengembangan sentra IKM.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, secara aktif memperluas jaringan bisnis industri kecil menengah (IKM) kopi dan kerajinan bambu. Inisiatif ini bertujuan untuk menjangkau pebisnis serta wisatawan domestik dan mancanegara, meningkatkan daya saing produk lokal.
Perluasan ini diwujudkan melalui pendirian gerai kopi Kintamani dan kerajinan bambu di Bali Collection, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Langkah strategis ini tidak hanya menyasar pangsa pasar wisatawan, tetapi juga memfasilitasi temu bisnis dengan pelaku usaha di kawasan wisata elit tersebut.
Dana Alokasi Khusus (DAK) menjadi tulang punggung pengembangan ini, dengan Kemenperin menyalurkan miliaran rupiah untuk pembangunan infrastruktur, pengadaan peralatan, hingga program pendampingan. Upaya ini diharapkan mampu mendorong IKM kopi dan bambu Bangli untuk beroperasi secara optimal dan berorientasi ekspor.
Pengembangan Sentra IKM Kopi dan Bambu Melalui DAK
Kemenperin telah menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk sentra IKM Kopi yang terbentuk pada tahun 2023 di Bangli sebesar Rp9 miliar. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan gedung, ruang produksi, hingga pengadaan peralatan yang mendukung operasional IKM kopi.
Tidak hanya kopi, sentra IKM bambu juga mendapatkan perhatian serius dengan penyaluran DAK Fisik sebesar Rp5,4 miliar pada tahun 2024. Dana tersebut juga digunakan untuk pembangunan fasilitas dan pengadaan peralatan yang diperlukan untuk produksi kerajinan bambu.
Selain DAK Fisik, pada tahun 2025, Kemenperin juga menyalurkan DAK Non Fisik sebesar Rp3,5 miliar. Dana ini ditujukan untuk program pendampingan, sertifikasi produk, dan memfasilitasi ajang temu bisnis, guna meningkatkan kualitas dan jangkauan pasar IKM.
Pembina Industri Ahli Madya Direktorat IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kemenperin, Wahyu Fitrianto, menyatakan bahwa penyaluran DAK ini menyesuaikan pengajuan dari pemerintah daerah yang menjadi prioritas berdasarkan tema pariwisata. "Untuk Bangli, kami berikan dana alokasi khusus (DAK) untuk sentra kopi dan bambu,” kata Wahyu Fitrianto. Ia menambahkan, “Kami telah melakukan pengawasan dan evaluasi, untuk dua kegiatan itu berjalan cukup baik, IKM kopi dan bambu keduanya beroperasi.”
Membuka Peluang Pasar Domestik dan Internasional
Perluasan jaringan bisnis IKM kopi dan kerajinan bambu dari Kabupaten Bangli dilakukan secara strategis dengan mendirikan gerai di Bali Collection, Nusa Dua. Lokasi ini dipilih untuk memaksimalkan potensi pasar dari wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke kawasan elit tersebut, sekaligus membuka peluang temu bisnis dengan pelaku usaha hotel dan restoran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli, Nasrudin, menjelaskan bahwa sebanyak 38 pelaku usaha telah bergabung di sentra IKM kopi dan 20 pelaku usaha kerajinan bambu. Pihaknya menargetkan IKM ini berorientasi ekspor melalui pembinaan intensif dan promosi sektor UMKM ke berbagai pameran bisnis.
Produk kopi yang ditawarkan merupakan jenis arabika yang tumbuh di dataran tinggi Kintamani, dikenal dengan rasa khas yang asam, dipengaruhi unsur hara tanah. Pengembangannya juga dikombinasikan dengan perkebunan lain seperti jeruk, menambah keunikan cita rasa.
Dalam pameran mini di Nusa Dua pada 1-3 November 2025, produk yang ditawarkan meliputi kopi bubuk, biji kopi panggang, minuman kopi, serta aneka kerajinan yang diolah dari bambu. "Kami buka jaringan di antara pelaku usaha IKM kopi dan bambu dari Bangli dengan pelaku usaha bisnis hotel, restoran, kami buka jalan untuk komunikasi dan transaksi,” ujar Nasrudin, menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan pasar.
Sumber: AntaraNews