LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ekonomi bergejolak, investor tetap optimis investasi jangka panjang

Sebanyak 64 persen investor Indonesia tetap memilih untuk berinvestasi jangka panjang.

2015-07-09 13:50:08
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Research Plus Ltd baru saja menggelar Schroders Global Investment Trend Survey atau survei soal perilaku investor Indonesia. Survei ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri, risk appetite, perilaku keuangan, dan pendekatan investasi para investor.

Hasil survei mengungkap, meski terjadi gejolak ekonomi, 64 persen investor Indonesia tetap memilih untuk berinvestasi, namun dengan jangka waktu yang lebih panjang (5-10 tahun). Survei menyebut investor tetap optimis untuk berinvestasi di Indonesia.

Temuan dari Schroders Global Investment Trends Survey 2015 juga menunjukkan bahwa 63 persen investor di Indonesia lebih memilih untuk mengalokasikan investasinya di instrumen dengan tingkat risiko rendah dan menengah.

Advertisement

"Schroders menugaskan Research Plus Ltd untuk melaksanakan survei yang melibatkan 20,706 investor dari 28 negara di seluruh dunia, termasuk 200 investor Indonesia, yang merencanakan berinvestasi setidaknya 10,000 Euro dalam kurun waktu 12 bulan ke depan," ucap CEO Schroders Indonesia, Michael Tjoajadi di Jakarta, Kamis (9/7)

Temuan lain dari Schoders Global Investment Trends Survey 2015 menyebutkan bahwa 50 persen investor di Indonesia berencana untuk mengubah instrumen investasinya sesuai dengan kondisi pasar dalam satu tahun ke depan.

Indonesia sedang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2015. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1-2015 hanya mencapai 4,71 persen. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,14 persen.

Advertisement

"Kami yakin tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tak akan meluluhkan niat investor dalam berinvestasi. Namun, dalam berinvestasi para investor harus pandai dan cermat dalam memilih instrumen yang tepat," sambungnya.

Investor disarankan untuk melakukan konsultasi dengan penasihat keuangan profesional. Mengacu pada survei, hanya 23 persen investor yang berencana melakukan konsultasi dengan penasihat keuangan. Instrumen investasi jangka panjang seperti reksadana saham masih dianggap sebagai langkah yang paling tepat.

Baca juga:
ISEI: Dampak positif pemangkasan subsidi BBM kian berkurang
Analisa anjloknya pasar saham China & potensi krisis Indonesia
BI pede pertumbuhan ekonomi Indonesia lampaui proyeksi Bank Dunia
BI: Ekonomi China tergerus 1 persen, RI terdampak 0,6 persen
Apindo sebut cuma di Indonesia WNA dilarang punya properti

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.