Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Analisa anjloknya pasar saham China & potensi krisis Indonesia

Analisa anjloknya pasar saham China & potensi krisis Indonesia Bursa Saham. REUTERS/Daniel Munoz

Merdeka.com - Media CNN melakukan survei kepada ekonom soal merosotnya pasar saham China beberapa hari ini. Hasilnya, setengah atau 50 persen ekonom mengaku khawatir kondisi ini akan terus menghantam perekonomian Negara Tirai Bambu ini.

Pergerakan pasar saham China sangat fluktuatif belakangan ini, dan kapitalisasi pasar tergerus hampir USD 3 triliun. Misalnya, Shanghai Composite Index yang turun lebih dari 30 persen dari puncaknya di 12 Juni lalu. Hal lebih buruk terjadi karena setengah dari 2.800 perusahaan yang terdaftar di bursa saham menangguhkan perdagangan.

Pertumbuhan ekonomi China kini sangat lamban dan mengalami ekspansi paling lambat sejak krisis keuangan 2008 silam. Ini yang menjadi puncak kekhawatiran para analis.

"Kami menganggap risiko krisis keuangan di China sangat tinggi," ucap Ahli Strategi dari Bank of America Merril Lynch, David Cui seperti dilansir dari CNN di Jakarta, Kamis (9/7).

Pemerintah China juga tidak tinggal diam atas kondisi ini. Mereka mencoba membendung penurunan pasar saham dengan memangkas suku bunga acuan ke rekor terendah. Broker berkomitmen untuk membeli nilai saham dan regulator mengumumkan suspensi de facto untuk IPO baru.

Namun demikian, pasar saham terus terus bergerak volatile. Paling mengkhawatirkan lagi, investor ritel kecil seperti anak muda dan sopir taksi ikut terkena dampak pelemahan pasar karena mereka ikut investasi saham. Semua ekonom berharap pemerintah China terus mengambil tindakan untuk melawan kemerosotan pasar saham.

Merosotnya pasar saham China memberi dampak yang luar biasa. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP