ISEI: Dampak positif pemangkasan subsidi BBM kian berkurang
Merdeka.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution memuji keberanian Presiden Joko Widodo memangkas anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, pemangkasan itu dinilai mengurangi beban fiskal dan menumbuhkan ruang penambahan anggaran untuk sektor produktif.
Sayang, dampak positif pemangkasan anggaran subsidi itu semakin berkurang. Ini seiring kemorosotan harga minyak yang berdampak pada berkurangnya penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi.
"Penyerapan belanja pemerintah juga lambat. Bahkan, lebih lambat ketimbang tahun lalu (era Presiden SBY)," kata ketua umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesiaitu saat menghelat silaturahmi dunia usaha bertajuk: Presiden Menjawab Tantangan Ekonomi Indonesia, Jakarta, Kamis (9/7).
Darmin berharap, pemerintah menyerap anggaran lebih baik pada paruh akhir tahun ini. Dengan begitu, pemerintah memilik kekuatan tambahan untuk melawan tendensi pelambatan ekonomi Indonesia.
Sekedar informasi, hingga semester I-2015, realisasi penyerapan belanja kementerian atau lembaga hanya sebesar Rp 208,5 triliun atau 26,2 persen dari pagu dalam APBN Perubahan 2015 sebesar Rp 795,5 triliun.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro beralasan rendahnya penyerapan anggaran pada semester awal merupakan pola selalu berulang tiap tahun. Terlebih lagi, APBN Perubahan tahun ini baru disahkan Februari.
Banyak perubahan program sehingga penyusunan draf isian pengguna anggarannya (DIPA) pun butuh waktu satu bulan. Begitu juga dengan perubahan nomenklatur. Sehingga wajar penyerapannya baru dimulai April dan Mei. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya