Dua Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab, PIS Prioritaskan Keselamatan di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
Dua Kapal Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih belum bisa melintasi Selat Hormuz akibat situasi geopolitik yang memanas. PT Pertamina International Shipping (PIS) mengutamakan keselamatan awak dan muatan di tengah ketidakpastian di Selat Hormuz
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa dua kapal tanker mereka, Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini masih tertahan di Teluk Arab. Kedua kapal tersebut belum dapat melanjutkan pelayaran untuk melintasi Selat Hormuz. Situasi ini terjadi di tengah kondisi geopolitik yang sangat dinamis di kawasan tersebut.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz secara saksama. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan awak kapal. Prioritas utama perusahaan adalah keamanan seluruh kru dan muatan kapal.
PIS terus berupaya menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman agar kedua kapal dapat segera melanjutkan perjalanan. Mereka berharap kondisi di Selat Hormuz dapat segera mereda dan kondusif. Hal ini penting demi kelancaran pelayaran Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Situasi Geopolitik yang Memanas di Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur ini sangat vital bagi lalu lintas minyak global, dengan sekitar sepertiga pasokan minyak dunia melewatinya setiap hari. Ketegangan di wilayah tersebut seringkali memengaruhi pelayaran internasional dan harga komoditas.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke “kondisi sebelumnya”. Mereka menegaskan bahwa jalur perairan strategis itu kini berada di bawah pengelolaan ketat angkatan bersenjata Iran. Pernyataan ini dikeluarkan pada Sabtu (18/4) lalu.
IRGC merujuk pada blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran yang masih berlangsung. Mereka menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz akan tetap dalam pengawasan ketat dan tidak berubah. Ini akan berlanjut hingga AS memulihkan sepenuhnya kebebasan pergerakan kapal yang menuju dan keluar dari Iran, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Bahkan, Angkatan Laut IRGC Iran memperingatkan bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh bergerak dari tempat penjangkarannya di Teluk Persia dan Laut Oman. Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh dan kapal yang melanggar akan dijadikan target.
Upaya Pertamina dalam Memastikan Keamanan Pelayaran
Vega Pita menegaskan bahwa PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang. Tujuannya adalah agar kapal dapat melintas dengan aman. Perusahaan juga terus menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman.
“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya,” ujar Vega Pita. Pernyataan ini menunjukkan komitmen PIS terhadap keselamatan operasional mereka di tengah situasi yang tidak menentu.
PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz. Pemantauan ini krusial untuk mengambil keputusan terbaik terkait rute pelayaran dan jadwal keberangkatan. Keselamatan dan kelancaran operasional menjadi fokus utama di tengah ketidakpastian regional.
PIS berharap kondisi di Selat Hormuz dapat segera membaik dan kondusif. Hal ini agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman. Perusahaan terus berupaya maksimal dalam menghadapi tantangan ini, demi kelancaran distribusi energi.
Sumber: AntaraNews