Dishub Kaltim Ambil Alih Pengelolaan Dermaga Strategis, Jamin Layanan Sungai Mahakam
Dishub Kaltim resmi ambil alih pengelolaan dermaga strategis Sungai Mahakam di sejumlah kabupaten, memastikan kelancaran layanan transportasi dan distribusi logistik vital.
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur secara resmi mengambil alih pengelolaan sejumlah dermaga strategis yang tersebar di sepanjang alur Sungai Mahakam. Langkah ini mencakup dermaga di Kabupaten Kutai Barat dan Penajam Paser Utara (PPU), menandai upaya pemerintah provinsi dalam menata sektor transportasi sungai.
Pengambilalihan ini bertujuan untuk menata kewenangan transportasi sungai yang melintasi batas kabupaten/kota, sekaligus memastikan keberlangsungan layanan publik yang vital bagi masyarakat. Kepala Dishub Provinsi Kaltim, Yusliando, menjelaskan bahwa regulasi menjadi dasar utama keputusan ini.
Proses serah terima aset telah dimulai, dengan Kabupaten Kutai Barat menjadi wilayah tercepat dalam penyerahan Dermaga Tering dan Dermaga Melak. Transisi ini diharapkan tidak mengganggu aktivitas di lapangan, mengingat peran penting transportasi sungai bagi distribusi logistik dan mobilitas warga.
Regulasi dan Kewenangan Pengelolaan Dermaga Strategis Kaltim
Pengalihan pengelolaan dermaga strategis di Kalimantan Timur didasari oleh regulasi yang menetapkan rute pelayanan lintas kabupaten/kota sebagai wewenang provinsi. Hal ini memastikan keseragaman standar dan efisiensi dalam operasional transportasi sungai yang lebih luas. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan infrastruktur transportasi.
Ahmad Maslihuddin, Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim, menegaskan bahwa penentuan kewenangan ini mengacu pada cakupan wilayah pelayanan. Dermaga yang melayani rute antar kabupaten/kota akan menjadi tanggung jawab provinsi, sementara rute lintas kecamatan tetap di bawah wewenang kabupaten/kota. Ini menciptakan kerangka kerja yang jelas untuk pembagian tugas.
Secara total, terdapat delapan dermaga di Kaltim yang kini berada di bawah kewenangan provinsi, termasuk Dermaga Sungai Kunjang di Samarinda dan Dermaga kawasan Museum di Kutai Kartanegara. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antarwilayah dan kualitas layanan.
Transisi Pengelolaan dan Tantangan Anggaran Operasional
Untuk Kabupaten Kutai Barat, dua simpul transportasi utama, Dermaga Tering dan Dermaga Melak, telah resmi diserahkan oleh pemerintah kabupaten kepada pemerintah provinsi. Yusliando menyebutkan bahwa proses serah terima aset sudah dilaksanakan dengan baik. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan provinsi.
Meskipun demikian, aspek operasional, termasuk pendanaan dan penataan personel, masih dalam pembahasan lebih lanjut bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Yusliando mengakui adanya keterbatasan anggaran provinsi pada tahun 2026 yang menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan operasional.
Dishub Kaltim saat ini tengah mencari solusi inovatif agar pembiayaan operasional dan akomodasi petugas yang selama ini bertugas di dermaga tetap terjamin. Prioritas utama adalah memastikan tidak ada gangguan terhadap layanan yang sudah berjalan.
Dermaga Strategis Lain dan Prioritas Layanan Vital
Selain Kutai Barat, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) juga telah mengusulkan pengalihan pengelolaan Dermaga Penyeberangan Speedboat rute PPU–Balikpapan. Dishub Kaltim saat ini sedang melakukan kajian mendalam terkait usulan tersebut untuk memastikan kelayakan dan kesiapan.
Dermaga lain yang masuk dalam kewenangan provinsi antara lain Dermaga Sungai Kunjang (Samarinda), Dermaga kawasan Museum (Kutai Kartanegara), Dermaga Melak dan Tering (Kutai Barat), serta Dermaga Ujoh Bilang (Mahakam Ulu). Daftar ini mencerminkan cakupan luas dari kebijakan pengelolaan dermaga strategis Kaltim.
Maslihuddin menekankan bahwa pengalihan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan administratif masing-masing daerah. Proses ini dirancang agar transisi berjalan mulus tanpa mengganggu aktivitas di lapangan.
Menjaga Kelancaran Transportasi Sungai Mahakam
Pelayanan transportasi sungai memiliki peran yang sangat vital di Kalimantan Timur, terutama untuk distribusi bahan pokok ke wilayah hulu Mahakam. Maslihuddin menegaskan bahwa layanan ini tidak boleh terhenti sedikit pun. Dampak terhentinya layanan akan langsung dirasakan oleh masyarakat pedalaman yang sangat bergantung pada jalur sungai.
Oleh karena itu, Dishub Kaltim berkomitmen penuh untuk memastikan kelancaran operasional selama dan setelah proses pengalihan. Koordinasi yang erat dengan pemerintah kabupaten dan pihak terkait terus dilakukan.
Pengelolaan dermaga strategis ini diharapkan dapat menciptakan sistem transportasi sungai yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Ini akan mendukung perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat di sepanjang Sungai Mahakam.
Sumber: AntaraNews