Data BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026
Pertumbuhan ekonomi Januari-Maret 2026 ini lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (kuartal I-2025).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal I-2026.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, acuan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun, dan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.447,7 triliun.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 bila dibandingkan triwulan I-2025 atau secara year on year (YoY) tumbuh 5,61 persen," ujar Amalia, Selasa (5/5).
Adapun pertumbuhan ekonomi Januari-Maret 2026 ini lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (kuartal I-2025), yang mencatat pertumbuhan sebesar 4,87 persen (YoY).
Meskipun year on year tumbuh positif, namun BPS melaporkan bahwa ekonomi Indonesia secara triwulanan (qtq) tercatat kontraksi sebesar 0,77 persen.
Hitung-hitungan IMF
Secara global, lembaga moneter internasional (IMF) per April 2026 telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi secara global tumbuh 3,1 persen. Sementara untuk ekonomi negara berkembang tercatat tumbuh 3,9 persen dibandingkan tahun 2025.
Hasil proyeksi IMF juga menunjukan inflasi negara berkembang pada 2026 relatif lebih tinggi daripada inflasi global.
Amalia menyampaikan, BPS turut mencatat pertumbuhan ekonomi beberapa negara mitra dagang Indonesia pada triwulan I-2026 secara YoY.
"China tumbuh menguat dibandingkan kuartal IV-2025, AS tumbuh menguat dibandingkan triwulan IV-2025, Malaysia, Singapura dan Vietnam tumbuh melambat dibandingkan triwulan IV 2025, tapi tumbuh menguat dibandingkan triwulan I 2025," katanya.