LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Darmin hingga Agus Marto kumpul bahas perekonomian RI

Mulai dari program pengampunan pajak atau Tax Amnesty hingga neraca pembayaran menjadi topik dalam rapat tersebut. Program Tax Amnesty juga dibahas mengenai realisasi dari uang tebusan yang sudah mencapai Rp 53 triliun dan dana repatriasi sudah Rp 92 triliun.

2016-09-26 20:34:39
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia bersama dengan Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar rapat rutin untuk membahas perekonomian Tanah Air. Mulai dari program pengampunan pajak atau Tax Amnesty hingga neraca pembayaran menjadi topik dalam rapat tersebut.

"Iya kan antara pemerintah dan BI itu dari pemerintah. Ada Kemenkeu, OJK, ada BUMN itu pembahasan yang setiap kali dimulai dengan presentasi seperti apa BI melihat perkembangan dan isu kebijakan yang perlu dibahas ya. Pembahasan mulai dari pertumbuhan ekonomi inflasi, neraca pembayaran biasa lah, masalah makro," ujar Menteri Koordinasi Bidang Perekonimian Darmin Nasution saat ditemui usai rapat di gedung BI, Jakarta, Senin (26/9).

Sementara itu, program Tax Amnesty juga dibahas mengenai realisasi dari uang tebusan yang sudah mencapai Rp 53 triliun dan dana repatriasi sudah Rp 92 triliun. Akan tetapi, pemerintah belum menghitung dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Advertisement

"Tapi realisasi seperti itu masih akan naik sampai akhir bulan, begitu juga pada sesi keduanya. Itu belum dihitung persis dampaknya. Tapi perkiraan dampaknya penerimaan APBN ini tidak perlu lagi ada pengurangan lebih lanjut tapi masih belum dilakukan stimulasi yang lanjut persis," jelasnya.

Untuk instrumen program Tax amnesty lebih banyak pada persiapan-persiapan yang sudah diumumkan oleh OJK tentang pasar modal dan surat utang negara (SUN). "Kita membicarakannya bukan sesuatu yang sama sekali baru, kita sudah membicarakan tiga bulan yang lalu. Sejak Juli sudah membahas jadi itu lebih kepada dengan perkembangan baru yang sudah positif dampaknya juga sudah banyak," kata Darmin.

Darmin juga mengatakan saat rapat tadi juga menyinggung mengenai bunga kredit yang masih tinggi. Menurutnya, salah satu penyebab tingginya bunga kredit lantaran ketatnya likuiditas.

Advertisement

Namun, dia meyakini bunga kredit akan turun seiring berjalannya waktu. Terlebih Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bunga kredit diturunkan hingga single digit di akhir tahun.

"Tapi semua itu tetap berjalan sesuai arah yang diharapkan. Meskipun besarnya agak lambat, ini masih bulan September, artinya kita masih berusaha ke arah itu," pungkasnya.

Baca juga:
Kemendag keluarkan izin impor sapi bakalan 300.000 ekor hingga 2018
Australia tertarik investasi cold storage di Indonesia
Sriwijaya Air targetkan IPO pada Maret 2017
DJP sebut dana tebusan Tax Amnesty terbanyak dari Singapura Rp 39 T
Curah hujan rendah, NTB dan NTT cocok jadi daerah penghasil garam
Antre panjang ikut program Tax Amnesty, UKM disarankan pulang
Gubernur Kalbar: Masyarakat desa mudah tertipu bisnis cepat kaya

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.