CGS Singapore Jual Saham Intiland Development, 500 Juta Saham Dilepas Sekaligus
Jumlah saham yang dimiliki CGS International Securities Singapore Pte Ltd turun dari 1,556 miliar saham menjadi 1,056 miliar saham setelah transaksi dilakukan.
CGS International Securities Singapore Pte Ltd melakukan transaksi penjualan saham PT Intiland Development Tbk (DILD) sebanyak 500 juta saham pada 26 Mei 2026. Aksi korporasi tersebut membuat porsi kepemilikan investor asing tersebut di emiten properti tersebut berkurang cukup signifikan.
Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Selasa (2/6) berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah saham yang dimiliki CGS International Securities Singapore Pte Ltd turun dari 1,556 miliar saham menjadi 1,056 miliar saham setelah transaksi dilakukan.
Dalam laporan tersebut, CGS International Securities Singapore Pte Ltd tercatat bukan merupakan anggota direksi maupun dewan komisaris Perseroan. Investor berkewarganegaraan asing itu melaporkan perubahan kepemilikan saham sesuai ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Sebelum transaksi, CGS International Securities Singapore Pte Ltd menguasai sebanyak 1.556.900.100 saham DILD atau setara 15,02 persen hak suara. Setelah transaksi penjualan dilakukan, jumlah saham yang dimiliki berkurang menjadi 1.056.900.100 saham.
Penurunan jumlah saham tersebut membuat hak suara CGS International Securities Singapore Pte Ltd di DILD ikut turun dari 15,02 persen menjadi 10,20 persen.
Perubahan kepemilikan ini menunjukkan adanya pengurangan eksposur investasi oleh pemegang saham besar terhadap emiten properti tersebut. Meski demikian, CGS masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham dengan kepemilikan signifikan di DILD setelah transaksi.
Transaksi Penjualan Dilakukan Melalui Perdagangan Bursa
Pada rincian transaksi, CGS International Securities Singapore Pte Ltd menjual sebanyak 500 juta saham biasa DILD pada harga Rp123 per saham.
Transaksi tersebut dilakukan pada 26 Mei 2026 melalui mekanisme sale trade exchange atau perdagangan di bursa. Dalam laporan disebutkan tidak terdapat repurchase agreement (repo) yang terkait dengan transaksi tersebut.
Status kepemilikan saham yang dilaporkan merupakan kepemilikan tidak langsung. Selain itu, tidak terdapat Efek Bersifat Ekuitas (EBE) yang belum dilaksanakan dalam transaksi tersebut. Dengan harga transaksi Rp123 per saham, nilai transaksi penjualan 500 juta saham tersebut mencapai sekitar Rp61,5 miliar.