Capaian Gemilang! Ketepatan Waktu KAI Daop 7 Madiun Sepanjang 2025 Lampaui Target
PT KAI Daop 7 Madiun mencatat performa gemilang dengan ketepatan waktu KAI Daop 7 Madiun mencapai 99,47% di tahun 2025, melebihi target yang ditetapkan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun berhasil mencatatkan performa ketepatan waktu keberangkatan yang sangat tinggi sepanjang tahun 2025. Angka ini mencapai 99,47 persen, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan capaian membanggakan ini di Madiun, Jawa Timur, pada hari Sabtu. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen KAI dalam memberikan layanan transportasi yang andal dan terpercaya bagi masyarakat.
Peningkatan frekuensi perjalanan serta manajemen operasional yang efektif menjadi kunci utama di balik prestasi ini. Capaian tersebut juga didukung penuh oleh kerja keras seluruh insan KAI dan pemerintah.
Performa Ketepatan Waktu KAI Daop 7 Madiun Melampaui Ekspektasi
KAI Daop 7 Madiun sukses melampaui target ketepatan waktu perjalanan kereta api (KA) di tahun 2025. Performa keberangkatan mencapai 99,47 persen, lebih tinggi dari target 99,40 persen.
Ketepatan waktu kedatangan juga sangat memuaskan, yakni 97,77 persen. Angka ini jauh melampaui target kedatangan sebesar 94,28 persen yang telah ditetapkan.
Tohari menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak. Kerja keras seluruh insan KAI menjadi fondasi utama dalam mencapai performa ini. Dukungan pemerintah juga berperan penting dalam peningkatan kualitas layanan.
Selain itu, peningkatan frekuensi perjalanan KA dikelola dengan manajemen operasional yang efektif. KAI Daop 7 Madiun terus berupaya meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan pelanggan. Hal ini menjadi prioritas utama dalam setiap operasionalnya.
Inovasi Layanan dan Imbauan untuk Pelanggan
Dalam upaya mempercepat proses keberangkatan, KAI telah menghadirkan fasilitas canggih. Fitur face recognition kini tersedia di Stasiun Madiun untuk wilayah Daop 7. Fasilitas serupa diharapkan akan segera hadir di stasiun-stasiun dengan okupansi penumpang tinggi lainnya.
Guna menghindari potensi keterlambatan, pelanggan diimbau untuk memanfaatkan aplikasi Access by KAI. Aplikasi ini memungkinkan proses boarding yang lebih mudah tanpa perlu mencetak tiket fisik. Kemudahan ini diharapkan dapat memperlancar alur keberangkatan penumpang.
KAI Daop 7 Madiun juga menekankan pentingnya kedisiplinan waktu bagi seluruh pelanggan. Penumpang disarankan tiba di stasiun jauh sebelum jadwal keberangkatan kereta api. Sebab, kereta api tidak dapat menunggu pelanggan yang terlambat tiba di stasiun.
"Kami mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memperhitungkan waktu tempuh menuju stasiun, serta proses antrean boarding. Perlu kami informasikan bahwa pelanggan yang tertinggal kereta api tidak akan mendapatkan pengembalian bea tiket (refund)," kata Tohari.
Peningkatan Penumpang Selama Angkutan Nataru 2025/2026
Menjelang berakhirnya masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) 2025/2026, volume penumpang di wilayah Daop 7 Madiun menunjukkan tren peningkatan signifikan. Periode Angkutan Nataru dimulai sejak 18 Desember 2025.
Secara kumulatif, sejak dimulainya masa Angkutan Nataru pada 18 Desember 2025 hingga hari ke-16 atau pada 2 Januari 2026, Daop 7 Madiun telah melayani total 319.330 penumpang. Angka ini terdiri dari 153.181 penumpang yang diberangkatkan dan 166.149 orang untuk kedatangan penumpang.
Pada 2 Januari 2026 saja, tercatat sebanyak 10.151 penumpang berangkat dari wilayah Daop 7. Jumlah ini mengalami kenaikan delapan persen dibandingkan hari sebelumnya yang hanya 9.366 penumpang. Masyarakat masih dapat memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya.
Tiket menuju berbagai kota tujuan populer seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, maupun Malang, masih tersedia. KAI berkomitmen untuk terus menjaga performa operasional demi kenyamanan pelanggan, serta tetap waspada terhadap faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi perjalanan.
Sumber: AntaraNews