Bulog Sumut Perkuat Stok Beras dengan Tambahan 15.000 Ton, Jamin Ketersediaan Pangan
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menerima tambahan 15.000 ton beras dari Bulog pusat untuk memperkuat Stok Beras Bulog Sumut, memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat dan mendukung program pemerintah.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah menerima tambahan pasokan beras sebanyak 15.000 ton dari Bulog pusat. Penambahan stok ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan pokok di wilayah tersebut, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pengiriman beras dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai dalam kurun waktu 10 hari ke depan, menurut Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, di Medan pada Sabtu. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Sumut.
Tambahan pasokan ini akan digunakan untuk mendukung Program Bantuan Pangan serta penyediaan beras dalam skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dengan demikian, ketersediaan beras bagi sekitar 15 juta jiwa penduduk Sumut diharapkan tetap terjaga dengan baik.
Penguatan Stok Beras Regional Bulog Sumut
Tambahan 15.000 ton beras ini signifikan dalam memperkuat stok beras Bulog Sumut yang saat ini mencapai sekitar 56.796 ton di gudang-gudang wilayah tersebut. Total stok ini menjadi bantalan penting untuk menghadapi potensi fluktuasi pasokan dan harga di pasar.
Budi Cahyanto menegaskan bahwa penguatan stok beras tersebut krusial untuk memastikan kelancaran Program Bantuan Pangan yang menyasar masyarakat rentan. Selain itu, stok yang memadai juga mendukung program SPHP yang berperan menstabilkan harga beras di pasaran, terutama saat terjadi gejolak harga.
Ketersediaan pasokan beras yang stabil sangat vital mengingat jumlah penduduk Sumatera Utara yang mencapai sekitar 15 juta jiwa. Bulog Sumut berkomitmen untuk terus menjaga pasokan agar kebutuhan pangan dasar masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala.
Optimisme Penyerapan Gabah Lokal
Selain menerima pasokan dari pusat, Bulog Sumut juga aktif melakukan penyerapan gabah kering panen langsung dari petani di wilayah kerjanya. Upaya ini merupakan bagian dari strategi ganda untuk memperkuat cadangan pangan dari sumber lokal.
Hingga periode Januari hingga 3 Juni 2026, gabah yang telah dikonversi menjadi beras mencapai 14.992 ton. Angka ini telah mencapai sekitar 43 persen dari target pengadaan beras tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak 35.000 ton.
Potensi penyerapan beras masih sangat terbuka di beberapa daerah pada bulan Juli 2026, termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Langkat. Bulog Sumut optimistis dapat mencapai target pengadaan beras pada Desember 2026.
Peran Strategis Bulog dalam Ketahanan Pangan
Sebagai operator pemerintah, Bulog memiliki peran sentral dalam pengelolaan pangan pokok nasional, termasuk di tingkat regional seperti Sumatera Utara. Tugas utamanya adalah menyerap gabah langsung dari petani dengan harga yang telah ditetapkan.
Harga pembelian gabah dari petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, yang bertujuan untuk memberikan kepastian harga bagi petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi petani dan konsumen.
Peran Bulog dalam menjaga stok dan menstabilkan harga pangan sangat penting untuk ketahanan pangan daerah dan nasional. Dengan adanya penambahan stok dan penyerapan gabah lokal, Bulog Sumut berupaya maksimal dalam menjalankan mandat tersebut.
Sumber: AntaraNews