Bulog Nabire Pasok Pangan Murah, Stabilkan Harga Jelang Lebaran 1447 H
Perum Bulog Cabang Nabire aktif menyediakan berbagai komoditas pangan murah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Inisiatif Bulog Nabire ini bertujuan menekan lonjakan harga.
Perum Bulog Cabang Nabire telah mengambil langkah proaktif untuk menstabilkan harga pangan di wilayahnya. Langkah ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sebuah momen krusial bagi kebutuhan pokok masyarakat. Penjualan pangan murah ini berlangsung di Nabire, Papua Tengah, untuk menjangkau warga secara langsung.
Inisiatif ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil di tengah potensi kenaikan harga. Bulog Nabire menyediakan berbagai komoditas pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Komoditas tersebut meliputi beras, gula pasir, dan minyak goreng, yang merupakan kebutuhan dasar rumah tangga.
Asisten Manajer Bisnis Bulog Nabire, Muh Rahadiyan Razak, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga. Ini juga mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran, memastikan ketersediaan pasokan yang memadai.
Upaya Bulog Nabire Menekan Harga Pasar
Bulog Nabire secara konsisten menawarkan harga komoditas di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk memberikan akses pangan yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Sebagai contoh konkret, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp62.000 per sak. Harga ini secara signifikan lebih murah dari HET yang ditetapkan sebesar Rp67.500 per sak, memberikan penghematan langsung bagi konsumen.
Selain itu, beras premium kemasan 10 kg juga tersedia dengan harga Rp138.000 per sak dalam kegiatan ini. Harga normal di pasaran untuk beras jenis ini bisa mencapai sekitar Rp158.000 per sak, menunjukkan selisih harga yang cukup besar.
Komoditas lain seperti gula pasir dijual dengan harga Rp15.000 per kg, jauh di bawah harga normal yang sering mencapai Rp20.000 per kg di pasaran. Minyak goreng bersubsidi Minyakita juga ditawarkan dengan harga jual Rp15.500 per liter, sedikit lebih rendah dari HET sebesar Rp15.700 per liter.
Antusiasme Masyarakat dan Ketersediaan Pasokan
Kegiatan pasar pangan murah yang diselenggarakan oleh Bulog Nabire mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari masyarakat setempat. Fenomena ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan akses pangan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Asisten Manajer Bisnis Bulog Nabire, Muh Rahadiyan Razak, mengonfirmasi bahwa sebagian besar komoditas yang dibawa habis terjual dalam waktu singkat. “Barang-barang yang kami bawa hampir habis terjual hanya dalam waktu sekitar satu setengah jam. Untuk beras tersisa sekitar sepertiga dari jumlah yang dibawa,” ungkap Rahadiyan.
Dalam kegiatan tersebut, Bulog Nabire membawa pasokan yang cukup substansial untuk memenuhi permintaan. Sekitar 2 ton beras SPHP dan 2 ton beras premium disediakan. Selain itu, tersedia pula gula pasir sebanyak 790 kg serta minyak goreng sekitar 360 liter.
Untuk memastikan pemerataan dan mencegah penimbunan, Bulog Nabire menerapkan kebijakan pembatasan pembelian. Pembelian beras SPHP dibatasi maksimal enam sak per orang agar komoditas tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat secara lebih luas dan adil.
Dampak Positif Penjualan Pangan Murah
Kegiatan pasar pangan murah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Tujuannya adalah membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang jauh lebih terjangkau, sebuah bantuan krusial menjelang momen Lebaran yang biasanya diikuti kenaikan harga.
Stabilitas harga di pasaran juga menjadi salah satu fokus utama dari inisiatif ini. Dengan adanya pasokan pangan murah dari Bulog, lonjakan harga yang sering terjadi menjelang hari besar dapat diredam, sehingga inflasi dapat lebih terkendali.
Inisiatif Perum Bulog Cabang Nabire ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ini juga memastikan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Langkah strategis ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Sumber: AntaraNews