Bukan Sekadar Penjara: Lapas Namlea Sukses Kembangkan Budi Daya Ikan Air Tawar, WBP Jadi Mandiri
Lapas Kelas III Namlea di Buru, Maluku, berhasil mengembangkan program budi daya ikan air tawar berbasis bioflok. Program ini tak hanya melatih keterampilan WBP, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan lokal. Simak selengkapnya!
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea di Kabupaten Buru, Maluku, telah sukses mengembangkan program budi daya ikan air tawar. Inisiatif ini menggunakan sistem bioflok sebagai bagian integral dari pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Program inovatif ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan menjadi salah satu unggulan Lapas.
Kepala Lapas Kelas III Namlea, MM Marasabessy, menyatakan bahwa program ini tidak hanya melatih keterampilan WBP. Lebih dari itu, budi daya ikan ini turut berkontribusi signifikan pada ketahanan pangan lokal di wilayah tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Lapas dalam menciptakan WBP yang produktif.
Ribuan ekor ikan nila kini dibudidayakan di Lapas Namlea, terdiri dari varietas biasa dan nila sakti. Hasil panen tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga dipasarkan untuk menambah pemasukan negara. Ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan memberikan peluang usaha bagi WBP setelah bebas.
Pengembangan Budi Daya Ikan Lapas Namlea: Dari Nila Biasa hingga Nila Sakti
Program budi daya ikan air tawar di Lapas Namlea terus menunjukkan peningkatan signifikan. Saat ini, jumlah populasi ikan nila yang dibudidayakan telah mencapai 3.750 ekor. Populasi ini terdiri dari dua varietas unggulan, yaitu nila biasa dan varietas unggul nila sakti yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat.
Rincian populasi ikan meliputi 230 ekor ikan nila biasa dengan ukuran bervariasi, mulai dari tujuh sentimeter hingga tiga sentimeter. Selain itu, terdapat 200 ekor nila sakti yang merupakan bantuan dari Dinas Perikanan setempat. Jumlah ini terus bertambah dengan adanya tambahan sekitar 3.000 anakan ikan nila yang baru.
Sebanyak 320 ekor ikan nila dewasa saat ini sudah mendekati fase panen, dengan ukuran rata-rata mencapai 15 sentimeter. Pihak Lapas menargetkan panen raya dapat dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Keberhasilan budi daya ikan Lapas Namlea ini tidak lepas dari dukungan penuh Dinas Perikanan Kabupaten Buru.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan bibit unggul berkualitas serta pendampingan teknis yang berkelanjutan. Kolaborasi ini memastikan bahwa praktik budi daya ikan air tawar di Lapas Namlea berjalan optimal dan sesuai standar. Hal ini juga membantu WBP mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan.
Meningkatkan Kemandirian dan Potensi Ekonomi WBP
Budi daya ikan air tawar ini menjadi sarana efektif untuk melatih keterampilan dan membina jiwa kewirausahaan warga binaan pemasyarakatan. Program ini dirancang untuk memberikan bekal praktis kepada WBP, sehingga mereka memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan setelah bebas. Ini sejalan dengan upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Hasil panen dari budi daya ikan Lapas Namlea tidak hanya diperuntukkan bagi konsumsi internal lapas. Sebagian dari hasil panen juga dipasarkan untuk menambah pemasukan negara bukan pajak (PNBP). Selain itu, penjualan ikan ini turut mendukung kebutuhan pangan lokal di sekitar wilayah Namlea.
Program budi daya ikan ini memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan di masa depan. Selain membina kemandirian dan keahlian warga binaan, output dari budi daya dapat dijual secara luas. Hal ini berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara keseluruhan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan bahwa pengembangan budi daya ikan nila ini merupakan bagian dari implementasi Program Akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam ketahanan pangan. Program ini mendorong setiap lapas untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada. Harapannya, saat bebas nanti, warga binaan tidak hanya memiliki keahlian tetapi juga peluang usaha yang nyata. Semua ini adalah bagian dari komitmen untuk mewujudkan pemasyarakatan yang produktif dan berdaya saing.
Sumber: AntaraNews