Buka Akses Pasar Internasional, UMKM Binaan Peruri Ikut Mejeng di INACRAFT 2025
Keikutsertaan UMKM binaan Peruri mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM dan perekonomian kreatif Indonesia.
Perusahaan BUMN, Peruri mengikutsertakan UMKM binaannya dalam pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2025. Tujuan pelibatan UMKM binaan dalam pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara ini untuk meningkatkan eksposur dan potensi bisnis UMKM, sehingga bisa membuka akses ke pasar internasional.
Terdapat empat UMKM binaan Peruri yang lolos kurasi untuk mengikuti pameran ini yaitu Paduzze (Fesyen), D'craft Indonesia (Craft), Kriti by Lusy (Fesyen), dan Sewish & Rich (Craft).
Keikutsertaan UMKM binaan Peruri mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM dan perekonomian kreatif Indonesia. Peruri mengambil peran aktif untuk memberdayakan UMKM, salah satunya dengan memberikan kesempatan untuk mempromosikan produk dan karya unggulannya di acara INACRAFT 2025.
"Dengan kesempatan ini, UMKM binaan Peruri memiliki peluang untuk memperluas jaringan bisnis, menjalin kemitraan baru, hingga mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas," kata Kepala Biro Strategic Corporate Branding dan TJSL Peruri, Ratih Sukma Pratiwi di Jakarta, Jumat (7/2).
Pada Kamis (6/2), Staf Ahli Kementerian BUMN Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, Loto Srinaita Ginting berkesempatan mengunjungi INACRAFT untuk berdialog langsung dengan para pelaku UMKM binaan BUMN dan mendengarkan pengalaman mereka dalam mengembangkan usaha, tantangan yang dihadapi, serta manfaat yang mereka peroleh dari program binaan BUMN.
Kunjungan ini menjadi wujud nyata dari komitmen Kementerian BUMN dalam mendukung pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.
Inisiasi ASEPHI
Pameran yang diinisiasi oleh Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event ini bertujuan menjadi wadah promosi produk-produk kerajinan lokal untuk meraih peluang pasar domestik dan membuka peluang pasar internasional.
Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun kembali semangat kewirausahaan para UMKM, sekaligus menjadi etalase produk-produk kerajinan Indonesia.
Dengan memberikan kesempatan kepada UMKM, Peruri turut menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif, di mana pelaku usaha kecil juga mendapatkan kesempatan untuk tumbuh bersama. Perusahaan berharap UMKM binaannya dapat terus berkembang dan meningkatkan daya saingnya di pasar internasional.
"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan dalam upaya meningkatkan kualitas dan inovasi usahanya, guna memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan," tambah Ratih.