Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2, Target Rampung Juni 2026
Sekolah Rakyat diharapkan dapat menuju kemiskinan nol persen karena upaya yang paling efektif dan efisien mengurangi kemiskinan melalui pendidikan.
PT Brantas Abipraya (Persero) berkomitmen dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas sekaligus mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam mewujudkan visi pembangunan sumber daya manusia unggul. Hal ini sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaikan proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja," ujar Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero), Agung Fajarwanto.
Agung Fajarwanto baru saja melakukan Management Walkthrough ke Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 yang sedang dikerjakan perusahaan. Langkah ini guna memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target, kualitas pelaksanaan terjaga, serta penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilaksanakan secara optimal.
Dalam kunjungannya, Agung Fajarwanto juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan proyek ini merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas di Indonesia, sebagai salah satu instrumen strategis pengentasan kemiskinan ekstrem.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Pada kesempatan yang berbeda, Dody menjelaskan melalui Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menuju kemiskinan nol persen karena upaya yang paling efektif dan efisien mengurangi kemiskinan melalui pendidikan.
Target Rampung Juni 2026
Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 yang mulai dikerjakan pada Desember 2025 ini ditargetkan rampung pada Juni 2026. Dengan luas lahan mencapai 58.100 meter persegi, Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang modern dan inklusif.
Adapun fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama pelajar, hunian vertikal bagi guru, gedung serbaguna, kantin, dapur, lapangan mini soccer, lapangan upacara, serta bangunan utilitas MEP. Seluruh bangunan dirancang dua lantai guna mengoptimalkan fungsi ruang serta efisiensi lahan.
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Pendidikan ditempatkan sebagai fondasi intervensi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Teribat Pembangunan di Berbagai Daerah
Brantas Abipraya terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Ketujuh titik tersebut merupakan bagian dari target nasional sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat yang dibangun secara bertahap dengan jenjang SMP, SMA, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat ini, Brantas Abipraya kembali menegaskan peran sebagai BUMN konstruksi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah demi kemajuan bangsa.
"Dalam pembangunannya, Kami menerapkan standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan,” tutup Agung.